el- Kho'
Sabtu, 28 Januari 2023
Ayat-Ayat Keyakinan
Untuk Pengembangan Kepribadian Muslim
Hafalan wajib segenap warga, guru, santri
Dan simpatisan pesantren darul istiqamah
أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
1. {... إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا ...
}
"Jika
Allah tahu di hatimu ada kebaikan, niscaya DIA memberikan kebaikan
kepadamu"
.(QS. Al-Anfal : 70)
2. { إنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَِنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ
فَلَهَا ... }
"Jika
kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu
berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri". (QS.
Al-Isra' : 7)
3. {هَلْ جَزَاءُ الإِحْسَانِ إِلاَّ الإِحْساَن }
"Tiadalah
balasan kebaikan itu melainkan kebaikan pula". (QS. Ar-Rahman : 60)
4. { إِنْ تَنْصُرُوا اللهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُم }
"Jika
kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah menolongmu dan meneguhkan
kedudukanmu".
(QS. Muhammad : 7)
5. { وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ... }
"Dan
sungguh Allah akan menolong orang yang menolong (agama)Nya". (QS. Al-Hajj
: 40)
6. { وَجَاهِدُواْ فيِ اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ ... }
"Dan
berjihadlah kamu di (jalan) Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya".
(QS. Al-Hajj : 78)
7. { وَمَنْ جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ...
}
"Dan
barangsiapa yang bejihad, maka sesungguhnya jihadnya itu
adalah
untuk dirinya sendiri." (QS. Al-Ankabut : 6)
8. { وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ...}
"Dan
orang-orang yang berjihad di (jalan) kami, sungguh Kami pasti menunjukinya
ke
jalan-jalan (solusi) kami".(QS. Al-Ankabut : 69)
9. {فَاذْكُرُوْنِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلاَ تَكْفُرُوْنَ
}
"Ingatlah
kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku,
dan janganlah kamu mengingkari (ni'mat)-Ku". (QS. Al-Baqarah : 152)
10. {...وَأَوْفُوْا بِعَهْدِي أَوْفِ بِعَهْدِكُمْ... }
"Dan
penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya aku penuhi janji-Ku kepadamu". (QS.
Al-Baqarah : 40)
11. {... لاتَـحْـزَنْ ِإنَّ اللهَ َمَعَنـَا... }
"Janganlah
bersedih, karena sesungguhya Allah bersama kita" (QS. At-Taubah: 40)
12. {...إنَّ
مَعِيَ رَبّيِ سَـيـَهْدِيْنِ }
"Sesungguhnya
Tuhan bersamaku, akan memberiku petunjuk" (QS. As-Syua'ara': 62)
13. {ولاَتَهِنُوْا وَلاَتَحْـزَنُـوا وَأَنْتُـمُ اْلأَعْلَوْنَ إِنْ
كُنْتـُمْ مُؤْمِنِيـْن }
"
Dan janganlah kamu merasa hina dan merasa sedih, dan kamulah yang paling
mulia jika kamu orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 139)
14. {... إنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاُكـــمْ }
"Sesungguhnya
orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah
ialah orang yang
bertakwa." (QS. Al-Hujurat: 13)
15. { ومْن ُيْؤْمِنْ بِاللهِ يَهْـدِ قَلْبَهُ ...
}
"Dan
barangsiapa yang beriman kepada Allah, Allah membimbing hatinya."
(QS. At-Taghabun: 11)
16. {إنْ تَـتّـِقُوا اللهَ يـَجْعَل لكُمْ فُرْقَانَا ... }
"Sesungguhnya
jika kamu bertakwa kepada Allah maka Allah menjadikan kamu pembeda.
" (QS. Al-Anfal:
29)
17. {... وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مخَْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ ... }
“Dan
barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya
jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka” (QS.
At-Thalaq : 2-3)
18. {... واْلعَـاِقبَةُ لِلْمُتـَّقِيـْنُ }
"Kemenangan
terakhir bagi orang yang bertakwa." (QS. Al-A'raf: 127)
19. {وَ مَنْ يَتَوَكَّل عَلىَ اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
}
Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya
Allah akan mencukupkan segala (keperluan)nya. (QS. At-Thalaq : 3)
20. { وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً }
Dan
barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah
niscaya
Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (QS. At-Thalaq : 4)
21. { وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ
وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْراً }
Dan
barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan menghapus
kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. (QS.
At-Thalaq: 5)
22. { سَيَجْعَلِ اللهُ بَعْدَ عُسْرِ يُسْراً }
Allah
kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS. At-Thalaq : 7)
23.
{ فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى
وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى وَأَمَّامَنْ بَخِلَ
وَاسْتَغْنَى وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى }
Adapun
orang yang memberikan (hartanya dijalan Allah) dan bertaqwa, dan membenarkan
adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya
jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup,
serta mendustakan pahala yang terbaik, maka Kami akan menyiapkan baginya
(jalan) yang sukar . (QS. Al-Lail : 5-10)
24. { فَإِنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْراً إِنَّ مَعَ العُسْرِ يُسْرًا }
Karena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
sesungguhnya
kesulitan itu ada kemudahan (QS. Al-Insyirah : 5-6)
25. { مَنْ جَاء بِالحَسنة فله عشر أمثالها ومن جاء بالسيئة فلا يجزى إلا
مثلها}
Barangsiapa
membawa amal yang baik maka baginya (pahala)
sepuluh
kali lipat amalnya (QS. Al-An'am : 16)
26. { فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرَّ يَرَُه }
Barangsiapa
yang mengerjakan kebaikan seberat Dzarrahpun, niscaya dia akan melihat
(balasan)nya.
Dan
barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun,
niscaya
dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al-Zalzalah : 6-7)
27. {مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ
فَلَنُحْيِِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً }
Barangsiapa
yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan
dalam
keadaan beriman, maka susungguhnya Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.
(QS.
An-Nahl : 97)
28. { فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى. وَمَنْ
أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ
القِيَامَةِ أَعْمَى }
Lalu
barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan
celaka.
Dan
barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya
penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghidupkannya pada hari kiamat dalam
keadaan buta.
(QS.
Thaha : 123-124)
29. { يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوا اسْتَعِيْنُوا بِالصَّبْرِ
وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ }
"
Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar
dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" . (QS. Al-
Baqarah : 143)
30. { أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ
مَثَلُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ البَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ
وَزُلْزِلُوا حَتَى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللهِ
أَلاَ إِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيْبٌ }
Apakah
kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa
oleh malapetaka
dan
kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga
berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah
datangnya pertolongan Allah?"
Ingatlah,
sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al-Baqarah: 214)
31. {أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللهُ
الَّذِيْنَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِيْنَ }
Apakah
kamu mengirah kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang
yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar. (QS.
Ali-Imran : 142)
32. {أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُوْلُوا آمَنَّا وَهُمْ
لاَ يُفْتَنُوْنَ }
Apakah
manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
"Kami telah
beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut : 2)
33. { يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلىَ تِجَارَةٍ
تُنْجِيْكٌمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ }
Hai
orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang
dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (QS. As-Saaf : 10)
34. { يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُوْنُوا أَنْصَارُ اللهِ }
Hai
orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong (agama) Allah.
(QS. Ash-Shaff : 14)
35. { إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ
وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ
وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللَّهِ
فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ
الْعَظِيمُ }
Sesungguhnya
Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan
memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka
membunuh atau terbunuh. (Itu telahmenjadi) janji yang benar dari Allah di dalam
taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakan yang lebih menepati janjinya (selain)
daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan
itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah : 111)
Dipilihkan
dan ditetapkan oleh Pimpinan Pesantren Darul Istiqamah
M. Arif
Marzuki
Jumat, 03 April 2015
Menyambut Kematian
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul saw. Pada waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga Sunnah Rasul Saw. Hanya dengan cara itulah ketaqwaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan…
Selanjutnya, shalawat dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaimana perintah Allah dalam Al-Qur’an :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Kaum Muslimin rahimakumullah…
Kematian adalah suatu kepastian. Ia akan datang tepat waktu, tanpa bisa dimajukan atau diundurkan, kendati barang sedetik. Saat menghadapi kematian, petugas pencabut nyawa, Malakul Maut akan menyelesaikan tugasnya dengan sangat sempurna. Jika Anda adalah orang yang sukses menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah dengan baik ketika hidup di atas bumi Allah ini, maka Malakul Maut datang dengan penampilan yang sangat sopan, berpakaian putih bersih dengan aroma harum kasturi. Sambil tersenyum ia mencabut nyawa dari badan Anda dengan sangat hati-hati sehingga nyaris tidak Anda rasakan.
Ketika Anda menghembusakan nafas terakhir sambil mengucapkan لآ الــه الا اللــه (Tiada tuhan yang pantas disembah selain Allah), orang-orang di sekitar Anda akan melihat wajah Anda yang berseri-seri sambil tersenyum simpul. Anda bisa tersenyum karena mengetahui bahwa Anda adalah orang yang akan meraih Great Success (Kesuksesan Tanpa Batas), yakni akan masuk syurga, insyaa Allah.
Suasana di sekeliling Anda tiba-tiba berubah menjadi isak tangis dan kesedihan yang mendalam yang diekspresikan oleh anak, isteri, karib kerabat, sahabat, teman sejawat Anda yang sempat hadir menyaksikan peristiwa perpisahan sementara dengan Anda. Suasananya sangat kontras dengan ketika Anda memasuki fase kehidupan dunia, yakni ketika lahir sekian puluh tahun yang lalu. Ketika itu, Anda yang berteriak menangis sejadi-jadinya, sedang orang-orang yang ada di sekitarnya malah tersenyum dan tertawa. Sekarang suasana jadi terbalik, giliran Anda yang tersenyum dan mereka yang menangis sejadi-jadinya.
Sebaliknya, jika Anda adalah orang yang gagal menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah semasa mendapat jatah hidup di dunia, Izrail (Malakul Maut) akan datang kepada Anda dengan wajah yang marah, garang, hitam pekat dan berbau busuk. Ia akan memperlakukan Anda dengan sangat kasar sambil membentak-bentak dan berkata : Wahai Hamba Allah, Inilah balasan awal dari kegagalanmu dalam menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, karena kesombongan diri, pembangkangan dan kedurhakaan pada Tuhan Pencipta, Allah Rabbul ‘Alamin.
Jika Anda bernasib seperti itu, Malakul Maut akan mencabut nyawa Anda dengan kasar sekasar-kasarnya. Sulit untuk dibayangkan. Dengan melihat kondisi Anda yang sedang sekarat, gelisah, meregang nyawa, tenggorokan Anda mengeluarkan suara yang menakutkan orang di sekeliling. Anda membolak balikkan badan ke kiri dan ke kanan, serta mata yang terbelalak ketakutan. Wajah Anda mengekspresikan suasana sesungguhnya yang sedang Anda hadapi; ketakutan, kengerian dan putus asa. Problemnya ialah Anda tidak bisa lari dari suasana itu. Begitulah seterusnya sambil nafas Anda turun naik mengeluarkan suara yang menyeramkan. Kondisi dan suasana serta tingkat kesulitan yang sudah Anda alami setimpal dengan tingkat kegagalan Anda menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah serta tingkat kedurhakaan Anda pada Tuhan Pencipta semasa Anda hidup di dunia. Sebab itu, sering kita melihat orang-orang seperti ini ada yang sekaratnya berjam-jam, bahkan berhari-hari dan berbulan-bulan.
Bagaimanapun sulitnya Anda menghadapi Sakratulmaut dan melewati pintu Kematian, namun Anda pasti akan mati juga. Karena Anda mustahil bisa menghindar, apalagi kabur menjadi buron sebagai the most wanted seperti ketika Anda masih hidup di dunia. Dengan demikian, berakhirlah riwayat singkat Anda di dunia tanpa meninggalkan kesedihan, kerinduan dan kecintaan dari orang yang tadinya sangat baik dan akrab dengan Anda disebabkan hubungan yang dibangun hanya karena kepentingan pribadi atau mengharapkan sesuap nasi dari Anda. Mungkin sebagian mereka ada yang merasa lega atas kepergian Anda, karena mereka tahu betul semasa di dunia Anda adalah koruptor kelas kakap, tukang tilep uang negara, pezina, pemabok, penyerobot tanah dan ladang masyarakat, suka berbuat curang dalam melaksanakan proyek atau perdagangan. Atau mungkin Anda suka memberikan kesaksian palsu. Ijazahpun Anda palsukan untuk meraih kursi bupati, wali kota atau anggota legislatif lainnya. Atau mungkin Anda tokoh pornografi dan pornoaksi, serta paling anti pada sistem dan aturan Ilahi, Tuhan Pencipta Anda sendiri dan Pencipta jagad raya ini.
Kegagalan dan kesulitan yang Anda hadapi ketika menghadapi sakratul maut bisa saja karena saat hidup di dunia Anda adalah sebagai atasan yang suka menindas bawahan. Atau pengusaha yang suka menggusur tanah masyarakat dengan kekerasan, serta dibeli dengan harga yang jauh di bawah harga pasar, dengan menggunakan preman dan oknum aparat hanya untuk kepentingan bisnis pribadi atau bisnis Bos Anda. Atau mungkin Anda orang yang diberi Allah rezeki yang berkecukupan bahkan kaya raya namun menelantarkan anak yatim, fakir miskin, sanak saudara yang belum beruntung ekonominya dan tidak peduli terhadap derita kemiskinan yang melanda mayoritas masyarakat. Atau Anda seorang pejabat legislatif yang dengan bangganya pergi pelesiran ke luar negeri dengan dalih studi banding sambil membawa isteri dengan menggunakan uang rakyat begitu saja di tengah derita musibah (ujian) dari Tuhan Pencipta, dan kemiskinan yang melanda mayoritas konstituen yang memilih Anda ketika pemilu atau pemilukada. Atau Anda memakan uang rakyat dengan dalih lainnya seperti hibah, fee, jatah pembelian mesin cuci, gaji ke 13, asuransi, dana untuk memperoleh aspirasi rakyat, dan apapunlah nama dan alasannya…
Kaum Muslimin rahimakumullah…
Kegagalan dan kesulitan saat menghadapi kematian itu bisa juga karena Anda adalah pejabat dan pegawai pemerintah yag suka mempersulit masyarakat mengurusi berbagai macam urusan dan keperluan mereka seperti, pajak, KTP, paspor dan keperluan lainnya. Anda sudah terbiasa memeras mereka dengan berbagai cara agar Anda memperoleh harta secara tidak halal, padahal Anda sudah digaji negara. Atau Anda seorang pejabat pajak yang menggelapkan tagihan pajak sesungguhnya dari masyarakat dan tidak menyetorkannya ke kas negara kecuali sebagiannya saja. Atau Anda mengajarkan kepada pengusaha-pengusaha besar untuk mereduce kewajiban pajak mereka sehingga sebagiannya diberikan kepada Anda dengan dalih komisi, fee konsultasi dan sebagainya. Padahal, dengan tingkah polah seperti itu Anda sesungguhnya adalah mafia atau markus yang sedang heboh dibicarakan masyarakat akhir-akhir ini.
Atau Anda tekan pengusaha agar mereka terpaksa bernegosiasi dengan Anda, lalu dengan mudah Anda bisa memangkas jumlah pajak yang sebenarnya karena Anda menerima bayaran (sogokan) dari para wajib pajak itu. Atau Anda yang tidak mau membayar zakat, kendati sudah diundang-undangkan. Atau Anda sebagai pengacara yang jelas-jelas membela para pelaku kejahatan tindak pidana korupsi, atau pengusaha bajingan yang sering merugikan negara dan rakyat dengan memanfaatkan celah hukum dari hukum yang tidak berwibawa dan mudah dibolak-balikkan isi dan pasal-pasal karetnya itu. Anda dengan sukacita membagi-bagikan fee (baca : sogokan) kepada para penegak hukum seperti polisi, jaksa dan hakim yang bertugas. Hal itu Anda lakukan murni karena Anda mendapat bayaran yang besar dari para pelaku kejahatan itu, bukan sama sekali karena idealisme penegakan keadilan dan kebenaran.
Atau Anda seorang menteri, asisten menteri atau siapa sajalah yang memiliki hubungan dengan menteri sehingga dengan mudah menjadi broker penjualan aset-aset negara yang menjadi milik rakyat itu. Anda tidak peduli kerugian negara dan rakyat dari tindakan kejahatan seperti itu. Yang penting bagi Anda adalah meraup keuntungan besar yang menurut hawa nafsu Anda adalah halal karena masih dalam kategori Fee belaka.
Atau Anda broker-broker politik dan hukum yang bergentayangan di gedung-gedung Legislatif, Instansi Pemerintahan, Mahkamah Agung, Kejaksaan, Pengadilan dan hotel-hotel berbintang karena mengejar brokerage fee (White Crime Fee) yang mempercepat Anda kaya, padahal Anda seorang pejabat negara, atau petinggi Partai Politik yang tidak berhak melakukan itu semua. Atau Anda seorang Jendral ABRI atau Jendral polisi yang menjadi backing pengusaha-pengusaha hitam di mana mereka tidak bisa hidup dan berbisnis kecuali bisnis haram atau dengan cara yang haram sehingga mereka dengan aman dan mudah berkeliaran tanpa tersentuh hukum sedikitpun. Atau Anda pemilik media cetak ataupun elektronik yang setiap saat menyebarkan kemungkaran, kemusysrikan, khurafat, kebohongan, pornografi, pornoaksi, judi, penyakit sosial seperti ghibah (gosip), budaya hedonisme dan budaya merusak lainnya.
Kegagalan dan kesulitan yang amat dahsyat saat menghadapi kematian itu akan menimpa jika Anda Presiden dan Pemimpin negara yang curang selama bertahun-tahun atau puluhan tahun mengurusi negara dan rakyat sehingga negara dan rakyat bangkrut dalam berbagai aspek kehidupan, bahkan sampai ke titik nadir yang paling bawah. Pada waktu yang sama, Anda, keluarga dan kroni-kroni hidup dalam kemewahan dan harta berlimpah…Atau Presiden yang merasa paling pintar dan pemimpin yang congkak tapi tidak becus mengurusi urusan rakyat sehingga beban hidup mereka semakin hari semakin menumpuk dan semakin berat…
Atau dengan kursi kebesaran yang Anda duduki yang bernama kursi kepresidenan, kejaksaan agung, mahkamah agung, dewan perwakilan rakyat dan sebagainya, Anda enggan menerapkan hukum Allah, Tuhan Pencipta Anda sendiri dan Pencipta jagad raya, di negeri yang Anda pimpin, dan bahkan Anda memusuhi, menangkap, memenjarakan dan mungkin juga membunuh siapa saja dari kalangan umat Islam yang ingin mengajak masyarakat untuk menerapkannya, agar Allah, Penguasa Alam semesta ridha kepada penduduk negeri itu dan memberkahi kehidupan mereka.
Siapa sajalah Anda, bagaimanapun kehebatan, kekuatan dan kedudukan Anda semasa di dunia, Malakul Maut tidak mempedulikan itu semua. Yang pasti, Anda sudah bertekuk lutut di hadapan bentakan dan hentakan prajurit Tuhan Pencipata yang bernama Izrail atau Malakul Maut itu. Ia hanya terfokus bagaimana ia mengakhiri jatah hidup Anda di dunia ini tepat pada waktunya dan dengan cara yang paling kasar dan menyakitkan.
Kaum Muslimin rahimakumullah…
Demikianlah dua type kematian yang dihadapi saat kita menghadapinya. Orang-orang yang semasa di dunia berhasil menjalankan Misi Ibadah dan Visi Khilafah, akan mendapat kemudahan dan sambutan yang begitu meriah dari malaikat yang bertugas mencabut nyawa manusia. Bagi orang-orang yang gagal, akan melihat dan merasakan pula hasil kegagalan mereka.
Saudaraku! Kematian itu adalah haq. Ia datang hanya satu kali, kendati banyak sebab kematian. Kematian adalah kematian. Apakah Anda mati karena tertimbun tanah longsor, atau tenggelam dalam laut atau menjadi debu karena hangus terbakar atau dibakar saudara atau teman Anda sendiri? Apakah Anda menjemput Kematian disebabkan gempa bumi, tsunami, atau disebabkan tabrakan atau narkoba? Apakah Anda melewatinya sendiri dengan bunuh diri atau mati dibunuh di jalan Allah atau di jalan Setan? Apapun sebab kematian, kematian adalah kematian yang berfungsi untuk mengakhiri kehidupan manusia di dunia, untuk kemudian diteruskan perjalanannya menuju alam Barzakh (pemisah), sambil menunggu kiamat atau kehancuran alam semesta, dan kemudian kebangkitan, mahsyar (perhimpunan raksasa) dan seterusnya, syurga atau neraka yang akan menjadi tempat Anda.
Kalau demikian halnya, pertanyaannya adalah : Sudahkah Anda siap menyambut kematian yang pasti datang saat waktunya tiba? Apa yang sudah Anda persiapkan untuk menyambutnya? Ataukah Anda tetap dalam kelalaian, kebodohan, kedurhakaan dan kesombongan terhadap Allah, Raja alam semesta dan Rasulullah, teladan semua manusia? Sekarang saatnya Anda jawab pertanyaan-pertanyaan itu. Jangan sampai menunggu kematian itu tiba, nanti Anda akan sangat menyesal dan penyesalan saat kematian tiba tidak akan ada gunanya; sudah terlambat, seperti yang Allah jelaskan dalam surat Al-Mukmin berikut :
Kaum Muslimin rahimakumullah…
Sebelum terlambat, mari kita jemput kematian dengan penuh keyakinan dan kesiapan. Persiapkan diri dari saat ini, detik ini. Jangan tunggu nanti atau esok, karena ajal kita bukan berada di tangan kita, tapi di tangan Allah Rabbul ‘Alamin. Agar kita setiap saat siap mejemput kematian, ada beberapa hal yang perlu selalu kita benahi dan perbaiki, baik kualitas maupun kuantitasnya :
- Evaluasi selalu akidah dan keimanan. Jangan sampai tercampur dengan syirik dan khurafat.
- Evaluasi selalu amal ibadah, apapun bentuknya; yang wajib maupun yang sunnah. Jangan tercampur dengan riya (ingin dilihat orang) atau bid’ah (yang menyalahi sunnah Rasul Saw.
- Evaluasi selalu harta dan rezki yang kita peroleh. Jangan sampai tercampur aduk dengan yang haram dan syubhat (yang belum tau status halal atau haramnya).
- Evaluasi selalu anak dan isteri. Sudahkah mereka dipersiapkan menjadi orang-orang yang shaleh dan siap diselamatkan dari api neraka?
- Evaluasi ilmu dan pemahaman terkait dengan Islam. Jangan sampai tercampur dengan pemahaman atau pemikiran yang menyimpang dan tidak sejalan dengan Allah dan Rasul-Nya.
- Evaluasi gaya hidup, cara hidup dan orientasi hidup. Jangan sampai menyimpang dari ajaran Islam.
- Siapkan anugerah yang Allah berikan berupa nyawa, harta dan ilmu untuk diinfakkan di jalan Allah.
Kaum Muslimin rahimakumullah…
Demikianlah khutbah hari ini, semoga Allah membantu dan menolong kita dalam menyiapkan bekal menghadapi kematian dan Dia mudahkan kita saat menghadapi sakratul maut. Semoga Allah pilih kita menjadi orang-orang yang sukses di sisi-Nya, kendati di mata manusia dianggap gagal. Dan semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin…
Lima Poin Pendidikan Anak Dalam Islam
Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)
Begitulah Bunda, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anakmu di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.
Kedua, setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anakmu, maka cobalah memulai memahami anak-anakmu. Ada dua hal yang perlu kau amati:
Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.
Yang kedua, Bunda, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.
Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.
Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abitahalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:
- Tahap BERMAIN (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.
- Tahap PENANAMAN DISIPLIN (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.
- Tahap KEMITRAAN (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.
Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.
Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.
Bunda, jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).
Setelah bicara Metode, ke empat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.
Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.
Ke lima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:
Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.
Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam, (SAN
