Powered By Blogger

Minggu, 24 Juli 2011

11 Tips Agar Anda Tersenyum dan Tetap Positif Setiap Hari

Kehidupan yang kita lalui bukanlah sebuah perjalanan yang mulus, ada suatu saat kita berada di bawah dan ada suatu saat kita berada di atas. Kadang fluktuasi perasaan yang kita alami begitu cepat dan tajam.

Tips dibawah ini akan membantu anda meminimalkan fluktuasi tersebut. Bagaimana anda akan memiliki perasaan gembira dan tetap positif.

Pada artikel kali ini saya akan membaginya menjadi 2 postingan. Kenapa begitu?... Saya ingin mencoba sesuatu hal yang baru saja dengan membuatnya menjadi bersambung. Jika kelak anda membaca di postingan kedua poin 10, di situ anda akan mengetahui bahwa saya sedang mencoba sesuatu hal yang baru.

Oke inilah 11 Tips yang Akan Membuat Anda Tersenyum dan Tetap Positif :


1. Rubahlah Wallpaper Desktop Anda

Saat ini komputer bukan lagi barang langka dan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Sepertinya kita tidak bisa hidup tanpa duduk di depan komputer. Jadi mengapa anda tidak merubah wallpaper komputer anda dengan sebuah gambar yang positif atau lucu yang akan memotivasi atau membuat anda tertawa setiap kali anda membuka komputer anda. Saya yakin hari anda akan jauh lebih ceria.

2. Tertawalah Keras-keras

Berikan ijin pada diri anda sendiri untuk tertawa dengan keras. Ini bukan seperti kehidupan seorang puteri, dimana mereka sedikit menahan tawanya sambil menutup mulut dengan salah satu tangannya. Mulai saat ini, lepaskanlah tawa anda. Tertawa adalah obat terbaik dan tentu saja jaminan penampilan anda tetap positif dan ceria.

3. Carilah Teman-teman Positif Baru

Keceriaan dan energi positif adalah sesuatu yang bersifat menular. Mengelilingi diri anda dengan orang-orang yang selalu berpikir positif dalam setiap situasi, akan menjaga energi positif anda tetap mengalir keluar. Orang-orang positif juga memiliki kebiasaan selalu tersenyum. Semakin banyak senyum, semakin ceria hidup! :)

4. Berkebun . . . . Mengapa Tidak??

Jangan meremehkan aktivitas berkebun. Beberapa pakar justru menyarankan untuk melakukan aktivitas tersebut jika memungkinkan. Melihat tanaman yang kita tanam dan rawat, akhirnya berbunga atau berbuah adalah suatu hal sangat menyenangkan. Apalagi jika setelah itu kita memakannya. Yummiiii . . . . . :)

5. Sediakan Waktu Untuk Memanjakan Diri Sendiri

Waktu untuk memanjakan diri sendiri adalah sesuatu hal yang perlu juga anda prioritaskan. Layaknya handphone, semangat dan jiwa anda pun perlu di-recharge. Luangkan waktu anda untuk melakukan hal-hal yang membuat anda gembira. Jika anda menyukai melukis . . . . melukislah! Jika anda menyukai membaca novel . . . . membacalah! Jika anda menyukai mendaki gunung . . . mendakilah! Jika anda menyukai pergi ke café menikmati live music . . . pergilah ke café. Apapun itu, luangkanlah waktu untuk memanjakan diri anda sendiri. Saya yakin setelah itu, anda akan mempunyai semangat yang baru.

6. Matikan TV

Apa ? Tapi saya menyukai menonton televisi.

Beberapa kali saya mengulas dalam artikel-artikel saya sebelum ini, termasuk dalam ebook ’85 Cara Ampuh Memotivasi Diri Anda’, coba anda ingat-ingat kembali selama anda menonton televisi, berapa banyak informasi negatif yang anda konsumsi, seperti pembunuhan, peperangan, tawuran, perampokan, dst . . . .. (saya yakin anda bisa melanjutkan sendiri). Sesuatu yang masuk ke dalam otak bersifat negatif, maka output nya pun akan negatif.

Saya mungkin terlalu ekstrim untuk mematikan tv, namun setidaknya pilihlah saluran-saluran yang mendidik. Saya jamin acara seperti Mario Teguh – Golden Ways akan membuat diri anda ceria dan tetap bersemangat positif luar biasa! :)

7. Ber – Jalan-Jalan

Aktivitas jalan-jalan mengandung dua komponen utama dalam peningkatan kualitas hidup kita, yaitu berolah raga dan mendekatkan diri pada alam. Berolahraga akan membuat kita gembira dan dipenuhi oleh perasaan yang positif. Jadi, hari ini kenakan sepatu olah raga anda dan nikmati berjalan-jalan mengelilingi kompleks atau ke taman terdekat.

8. Berterima Kasihlah Selalu

Memulai dan mengakhiri hari anda dengan ucapan rasa syukur saya yakin akan membuat anda tetap ceria dan positif. Hanya perlu sedikit waktu saja untuk melakukan hal tersebut, namun akan memberikan dampak yang besar pada kehidupan anda, hari ini maupun ke depan. Nikmatilah hari-hari anda dan bersyukurlah atas segala hal-hal yang indah di sekeliling anda.

9. Berikan Waktu Anda

Waktu adalah hal yang sangat berharga bagi setiap orang. Seringkali kita mendengar orang mengatakan bahwa mereka tidak memiliki waktu yang cukup dan “seandainya” mereka memiliki waktu yang lebih. Namun, ketika mereka bangun keesokan hari mereka tetap memiliki waktu yang sama seperti hari kemarin, 24 jam.

Maksud saya disini adalah, isilah waktu anda lebih berarti. Buatlah setiap momen berarti bukan hanya bagi anda sendiri, tetapi juga bagi orang-orang yang membutuhkan, bagi orang-orang yang anda cintai. Mungkin anda meluangkan waktu untuk membacakan cerita bagi puteri kesayangan anda sebelum tidur, mungkin anda meluangkan waktu setiap minggu untuk berjalan bersama keluarga anda, atau mungkin anda meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan amal/sosial.

Memberikan waktu anda untuk meningkatkan kualitas kehidupan orang lain, secara otomatis akan meningkatkan kehidupan anda secara pribadi. Hasilnya anda akan lebih banyak tersenyum dan lebih positif.

10. Cobalah Sesuatu Hal yang Baru.

Mencoba sesuatu hal yang baru akan membuat hidup lebih menggairahkan. Tidak usah jauh-jauh, kita mulai saja dari selera. Cobalah untuk menikmati hidangan yang baru. Ketika nanti anda berpikir untuk mengunjungi restoran favorit anda, duduk di kursi favorit anda, dan memesan masakan yang biasa anda pesan, cobalah berpikir kembali. Pergilah ke sebuah restoran yang baru dan pesanlah menu makanan yang unik. Ini sama halnya ketika saya dulu mencicipi pecel lele dan ternyata rasanya enak. Padahal sebelumnya saya begitu gelinya melihat lele. :)

Ada banyak hal baru yang dapat anda lakukan dalam hidup, seperti hobi baru, koleksi baru, buku baru, dan bahkan cara baru untuk pulang menuju rumah anda (naik taksi, bis, sepeda, dll.). Cobalah untuk melakukan sesuatu yang baru setiap minggu, dan setelah satu tahun nanti anda akan memiliki 52 cara untuk membuat anda tetap tersenyum dan positif.

11. Gunakan 1 Jam Sehari Untuk Membangun Diri Anda.

Ini adalah yang terpenting dari semuanya. Komit meluangkan waktu minimal 1 jam untuk pengembangan diri anda adalah sesuatu hal yang sangat penting bagi kualitas hidup anda, layaknya udara bagi paru-paru anda. Jika anda tidak berkembang, maka anda tidak akan melangkah menuju potensi anda yang luar biasa. Jika anda tidak menemukan potensi anda yang luar biasa tersebut, maka bagaimana anda dapat meraih apa yang anda inginkan dalam hidup? Sukses bukanlah suatu keberuntungan, namun dicapai melalui suatu komitmen dan dedikasi yang tinggi pada diri anda, pengembangan diri anda dan determinasi anda untuk meraih hal-hal yang anda inginkan.

Mulai hari ini, luangkan waktu anda minimal 1 jam untuk mengembangkan diri anda. Melihat, mendengarkan dan membaca buku-buku, cerita, blog, CD dan DVD motivasi. Isilah pikiran anda dengan hal-hal yang positif dan lihatlah kedepan perubahan pada diri anda. Bayangkan dalam seminggu, anda berkembang sebanyak minimal 7 kali, 30 kali dalam sebulan dan 365 kali dalam setahun! Wow, luar biasa!!!

Sebelum saya akhiri postingan kali ini, saya ingin bercerita sedikit tentang sesuatu hal yang saya dapatkan ketika saya mengikuti seminar Mr. James Gwee dulu dan kebetulan masih menempel di otak saya sampai dengan saat ini. Apa yang akan saya ceritakan ini masih berhubungan dengan poin nomer 11.

Dikatakan oleh Mr.James waktu itu, rata-rata manusia menghabiskan 99% uangnya untuk memenuhi kebutuhan tubuh manusia mulai dari leher kebawah, seperti untuk makan, minum, membeli pakaian baru, sepatu baru, dll. Hanya 1% yang mereka belanjakan untuk asupan otaknya seperti buku-buku, lagu-lagu atau cd-cd motivasi. Padahal otaklah yang menentukan 99% keberhasilan seseorang!

Pesan Mr.James waktu itu, janganlah pelit atau merasa rugi jika anda membelanjakan uang anda untuk mendapatkan hal-hal yang positif.

Jumat, 22 Juli 2011

Andai Al-Qur'an Bisa Bicara

Waktu engkau laksana teman sejati ku
dengan wudhu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkau pun slalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah . . .
Menurutmu aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali
Hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah kau anggap hanya sebagai hiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan maskimpoi agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku dibuat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Diatas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan

Dulu . . . Pagi-pagi . . . Surah - surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore hari aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau
Sekarang, pagi-pagi sambil minum kopi . . .
Engkau baca koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan

Waktu berangkat pun kadang engkau lupa baca pembuka surah-surahku(basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu slalu tertuju ke stasion radio favoritmu
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang kau abaikan

Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam didepan TV
Menonton pertandingan sepakbola, musik dan film

Waktu pun cepat berlalu . . . Aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal RAMADHAN engkau membacaku kembali
Itu pun hanya beberapa lembar dariku
Engkau pun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku

Apakah koran, TV, radio, komputer dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya

Setiap saat berlalu . . . Kuranglah jatah umurmu . . .
Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu
Bila aku engkau baca slalu dan engkau hayati
Di kuburmu nanti
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah Al-Qur'an kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemanimu dan melindungimu

Peganglah aku lagi... Bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah

Sentuhlah aku kembali
Baca dan pelajari lagi aku
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu . . . .
Dulu sekali . . . .
Jangan kau biarkan aku sendiri
Dalam bisu dan sepi.

oleh Muh Khalis pada 25 Mei 2010 jam 12:45

Selasa, 19 Juli 2011

Serba-Serbi Bulan Sya’ban



Alhamdulillah, saat ini kita telah menginjak bulan Sya’ban. Namun kadang kaum muslimin belum mengetahui amalan-amalan yang ada di bulan tersebut. Juga terkadang kaum muslimin melampaui batas dengan melakukan suatu amalan yang sebenarnya tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga dalam tulisan yang singkat ini, Allah memudahkan kami untuk membahas serba-serbi bulan Sya’ban. Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolong dan mudahkanlah kami).
Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban
Terdapat suatu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini yaitu amalan puasa. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri banyak berpuasa ketika bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lainnya selain puasa wajib di bulan Ramadhan.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa, sampai kami katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun tidak berpuasa sampai kami katakan bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156). Dalam lafazh Muslim, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya. Namun beliau berpuasa hanya sedikit hari saja.” (HR. Muslim no. 1156). Dari Ummu Salamah, beliau mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam setahun tidak berpuasa sebulan penuh selain pada bulan Sya’ban, lalu dilanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Lalu apa yang dimaksud dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya (Kaana yashumu sya’ban kullahu)? Asy Syaukani mengatakan, “Riwayat-riwayat ini bisa dikompromikan dengan kita katakan bahwa yang dimaksud dengan kata “kullu” (seluruhnya) di situ adalah kebanyakannya (mayoritasnya). Alasannya, sebagaimana dinukil oleh At Tirmidzi dari Ibnul Mubarrok. Beliau mengatakan bahwa boleh dalam bahasa Arab disebut berpuasa pada kebanyakan hari dalam satu bulan dengan dikatakan berpuasa pada seluruh bulan.” (Nailul Author, 7/148). Jadi, yang dimaksud Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di seluruh hari bulan Sya’ban adalah berpuasa di mayoritas harinya.
Hikmah di balik puasa Sya’ban adalah:
  1. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai. Karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab (yang termasuk bulan Harom) dan juga menanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Tatkalah manusia lalai, inilah keutamaan melakukan amalan puasa ketika itu.
  2. Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, hal. 234-243)
Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban dengan Shalat dan Do’a
Sebagian ulama negeri Syam ada yang menganjurkan untuk menghidupkan atau memeriahkan malam tersebut dengan berkumpul ramai-ramai di masjid. Landasan mereka sebenarnya adalah dari berita Bani Isroil (berita Isroiliyat). Sedangkan mayoritas ulama berpendapat bahwa berkumpul di masjid pada malam Nishfu Sya’ban –dengan shalat, berdo’a atau membaca berbagai kisah- untuk menghidupkan malam tersebut adalah sesuatu yang terlarang. Mereka berpendapat bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan berkumpul di masjid rutin setiap tahunnya adalah suatu amalan yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah).
Namun bagaimanakah jika menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat di rumah dan khusus untuk dirinya sendiri atau mungkin dilakukan dengan jama’ah tertentu (tanpa terang-terangan, pen)? Sebagian ulama tidak melarang hal ini. Namun, mayoritas ulama -di antaranya adalah ‘Atho, Ibnu Abi Mulaikah, para fuqoha (pakar fiqih) penduduk Madinah, dan ulama Malikiyah -mengatakan bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang tidak ada tuntunannya (baca: bid’ah). (Lathoif Al Ma’arif, 247-248). Dan di sini pendapat mayoritas ulama itu lebih kuat (rojih). Adapun sanggahan untuk pendapat yang mengatakan bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian di rumah tidaklah terlarang adalah sebagai berikut.
Pertama, tidak ada satu dalil pun yang shahih yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban. Bahkan Ibnu Rajab sendiri mengatakan, “Tidak ada satu dalil pun yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat yang menganjurkan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban. Dan dalil yang ada hanyalah dari beberapa tabi’in yang merupakan fuqoha’ negeri Syam.” (Lathoif Al Ma’arif, 248).
Kedua, ulama yang mengatakan tidak mengapa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan menyebutkan bahwa ada sebagian tabi’in yang menghidupkan malam tersebut, sebenarnya sandaran mereka adalah dari berita Isroiliyat. Lalu jika sandarannya dari berita tersebut, bagaimana mungkin bisa jadi dalil untuk beramal[?] Juga orang-orang yang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban, sandaran mereka adalah dari perbuatan tabi’in. Kami katakan, “Bagaimana mungkin hanya sekedar perbuatan tabi’in itu menjadi dalil untuk beramal[?]” (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296)
Ketiga, adapun orang-orang yang berdalil dengan pendapat bahwa tidak terlarang menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dengan shalat sendirian sebenarnya mereka tidak memiliki satu dalil pun. Seandainya ada dalil tentang hal ini, tentu saja mereka akan menyebutkannya. Maka cukup kami mengingkari alasan semacam ini dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718). Ingatlah, ibadah itu haruslah tauqifiyah yang harus dibangun di atas dalil yang shahih dan tidak boleh kita beribadah tanpa dalil dan tanpa tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Lihat Al Bida’ Al Hawliyah, 296-297)
Keempat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya untuk shalat. Dan janganlah mengkhususkan hari Jum’at dari hari lainnya untuk berpuasa.” (HR. Muslim no. 1144) Seandainya ada pengkhususan suatu malam tertentu untuk ibadah, tentu malam Jum’at lebih utama dikhususkan daripada malam lainnya. Karena malam Jum’at lebih utama daripada malam-malam lainnya. Dan hari Jum’at adalah hari yang lebih baik dari hari lainnya karena dalam hadits dikatakan, “Hari yang baik saat terbitnya matahari adalah hari Jum’at.” (HR. Muslim). Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan agar jangan mengkhususkan malam Jum’at dari malam lainnya dengan shalat tertentu, hal ini menunjukkan bahwa malam-malam lainnya lebih utama untuk tidak boleh dikhususkan suatu ibadah di dalamnya kecuali jika ada suatu dalil yang mengkhususkannya. (At Tahdzir minal Bida’, 28). Semoga Allah selalu memberi hidayah kepada kaum muslimin yang masih ragu dengan berbagai alasan ini.
Puasa Setelah Pertengahan Sya’ban
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Daud no. 2337) Dalam lafazh lain, “Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, maka tidak ada puasa sampai datang Ramadhan.” (HR. Ibnu Majah no. 1651)
Sebenarnya para ulama berselisih pendapat dalam menilai hadits-hadits di atas dan hukum mengamalkannya. Di antara ulama yang menshahihkan hadits di atas adalah At Tirmidzi, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ath Thahawiy, dan Ibnu ‘Abdil Barr. Di antara ulama belakangan yang menshahihkannya adalah Syaikh Al Albani rahimahullah.
Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits yang mungkar dan hadits mungkar adalah di antara hadits yang lemah. Di antara ulama yang berpendapat demikian adalah ’Abdurrahman bin Mahdiy, Imam Ahmad, Abu Zur’ah Ar Rozi, dan Al Atsrom. Alasan mereka adalah karena hadits di atas bertentangan dengan hadits, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa.” (HR. Muslim no. 1082). Jika dipahami dari hadits ini, berarti boleh mendahulukan sebelum ramadhan dengan berpuasa dua hari atau lebih.
Al Atsrom mengatakan, “Hadits larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban bertentangan dengan hadits lainnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri berpuasa di bulan Sya’ban seluruhnya (mayoritasnya) dan beliau lanjutkan dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Dan hadits di atas juga bertentangan dengan hadits yang melarang berpuasa dua hari sebelum Ramadhan. Kesimpulannya, hadits tersebut adalah hadits yang syadz, bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.”
At Thahawiy mengatakan bahwa mayoritas ulama memang tidak mengamalkan hadits tersebut. Namun ada pendapat dari Imam Asy Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, juga hal ini mencocoki pendapat sebagian ulama belakangan dari Hambali. Mereka mengatakan bahwa larangan berpuasa setelah separuh bulan Sya’ban adalah bagi orang yang tidak memiliki kebiasaan berpuasa ketika itu. Jadi bagi yang memiliki kebiasaan berpuasa (seperti puasa senin-kamis), boleh berpuasa ketika itu, menurut pendapat ini. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 244-245)
Puasa Satu atau Dua Hari Sebelum Ramadhan
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mendahulukan Ramadhan dengan sehari atau dua hari berpuasa kecuali jika seseorang memiliki kebiasaan berpuasa, maka berpuasalah.” (HR. Muslim no. 1082)
Berdasarkan keterangan dari Ibnu Rajab rahimahullah, berpuasa di akhir bulan Sya’ban ada tiga model:
Pertama, jika berniat dalam rangka berhati-hati dalam perhitungan puasa Ramadhan sehingga dia berpuasa terlebih dahulu, maka seperti ini jelas terlarang.
Kedua, jika berniat untuk berpuasa nadzar atau mengqodho puasa Ramadhan yang belum dikerjakan, atau membayar kafaroh (tebusan), maka mayoritas ulama membolehkannya.
Ketiga, jika berniat berpuasa sunnah semata, maka ulama yang mengatakan harus ada pemisah antara puasa Sya’ban dan Ramadhan melarang hal ini walaupun itu mencocoki kebiasaan dia berpuasa, di antaranya adalah Al Hasan Al Bashri.
Namun yang tepat dilihat apakah puasa tersebut adalah puasa yang biasa dia lakukan ataukah tidak sebagaimana makna tekstual dari hadits. Jadi jika satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah kebiasaan dia berpuasa –seperti puasa Senin-Kamis-, maka itu dibolehkan. Namun jika tidak, itulah yang terlarang. Pendapat inilah yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Imam Ahmad dan Al Auza’i. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 257-258)
Kenapa ada larangan mendahulukan puasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan? Pertama, jika berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan adalah dalam rangka hati-hati, maka hal ini terlarang agar tidak menambah hari berpuasa Ramadhan yang tidak dituntunkan. Kedua, agar memisahkan antara puasa wajib Ramadhan dan puasa sunnah di bulan Sya’ban. (Lihat Lathoif Al Ma’arif, 258-259)

Abu Vhera

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Bagus

Ciri-Ciri Ayam Bangkok Yang Bagus, Ayam bangkok idel adalah Ayam bangkok yang memenuhi syarat sebagai petarung yang tangguh,yang mana ciri-cirinya lebih spesifik lagi dari tanda-tanda ayam bangkok/aduan secara umum. Seekor ayam bangkok ideal akan memiliki daya tahan terhadap pukulan,memiliki pukulan yang keras,memiliki kelincahan dalam bertarung.

Memilih Ayam Bangkok kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Oleh Jackone salah satu member di AyamBangkok.COM telah menyusun beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat memilih dan membeli Ayam Bangkok. Beberapa ciri-ciri penting tersebut yaitu:

1. Kepala model buah pinang (Prioritas Utama)
2. Paruh panjang dan tebal
3. Leher lurus dan tebal
4. Badan panjang (Prioritas Utama)
5. Dada bidang
6. Bahu Kuncup
7. Sayap rapat dan panjang (Prioritas Utama)
8. Pangkal ekor besar/tebal dan kaku (Prioritas Utama)
9. Paha bulat dan pipih (Prioritas Utama)
10. Ekor lebat dan menyentuh tanah
11. Lutut menekuk
12. Kaki bulat dan kering, sisik rapih
13. Jari panjang dan halus

Memang tidaklah mudah untuk menemukan ayam yang memiliki ciri-ciri di atas secara lengkap, tapi paling tidak kita menemukan beberapa ciri sudahlah sangat bagus, dan menurut bang Jackone, minimal ciri prioritas utama haruslah dapat dipenuhi, dan bilapun tidak bisa, minimal 5 dari total 13 ciri haruslah dipenuhi saat membeli ayam sehingga akan dapat memberikan kepuasan dalam memeliharanya.

AYAM BANGKOK YANG IDEAL

Untuk ayam bangkok ideal ini banyak kriteria yang harus dipenuhinya antara lain :
1. Tulang wajah tidak kasar lebih baik
2. Tulang sambungan kepala dan leher tidak menonjol
3. Ruas tulang leher rapat
4. Celah sambungan leher dan bahu rapat/sayap merapat ke badan
5. Tulang sayap bagian dalam makin tebal lebih baik
6. Tulang pinggul bulat atau tidak menonjol
7. Tulang dada labar dan tebal tapi tidak terlalu menonjol
8. Tulang supit/tulang dibawah pangkal ekor makin rapat makin baik
9. Jarak ujung tulang dada dengan tulang supit makin dekat semakin baik
10.Kepala seperti buah pinang
11.Patuk atau paruh berukuran sedang tetapi tebal
12.Badan panjang
13.Dada bidang/lebar
14.Sayap rapat dan panjang
15.Pangkal ekor berukuran sedang
16.Pangkal paha bulat dan pipih
17.Kaki bulat boleh juga persegi,sisik tersusun rapi dan kering
18.Jari kaki panjang dan halus
19.Memiliki bulu sayap dan bulu ekor yang lengkap

Jika seekor ayam bangkok/aduan memenuhi kriteria diatas maka ayam tersebut akan memiliki pukulan yang keras,tahan terhadap pukulan dan lincah dalam bertarung.

Jika anda hendak menurunkan ayam dalam arena aduan usahakan padanannya seimbang baik itu ukuran untuk badan,tinggi dan yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah umur ayam jangan sampai terpaut jauh dengan lawan.

Untuk ayam pemula jangan sampai umur ayam lawan lebih tua dari ayam anda dengan toleransi umur lebih kurang tiga bulan.

Kamis, 07 Juli 2011

DOA SEORANG ANAK


Ada tiga amalan...
yang akan terus mengalir pahalanya...
walau pemiliknya telah tinggalkan dunia fana...
doa anak sholeh atau sholehah itulah...
salah satu amalan yang dimaksudkan
 
        Ya...doa anak sholeh dan sholehah...
        mampu meringankan beban siksa orang tua di alam kuburnya...
        mampu menambah timbangan pahala ibu bapaknya kelak...
        ketika semua amalan telah terputus dari raga...
        kecuali amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak mulia
 
Sungguh berbahagia...
orang tua yang punya anak sholeh dan sholehah...
seolah investasi maha besar telah ditanamkan...
dengan bunga berlipat ganda...
yang terus mereka petik walau sudah meninggalkan dunia
 
        Sebelum terlambat...marilah segera kita ingat...
        'tuk segera mempersiapkan anak-anak kita nantinya...
        menjadi anak sholeh dan sholehah yang mulia...
        yang selalu mendoakan orang tuanya yang sudah tiada...
        yang selalu memohonkan ampun ibu bapanya dari Sang Pencipta
 
 
By.
 
Muh. Khalis
 
 

Dimana Tsa'labah sekarang?


Seorang sahabat Nabi yang amat miskin datang pada Nabi
sambil mengadukan tekanan ekonomi yg dialaminya. Tsa'labah,
nama sahabat tersebut, memohon Nabi untuk berdo'a supaya
Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya.
 
Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati
Tsa'labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa'labah
terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang
sampai kini masih sering kita dengar, "Ya Rasul, bukankah kalau
Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan
kepada setiap orang haknya.
 
Nabi kemudian mendo'akan Tsa'labah. Tsa'labah mulai membeli
ternak. Ternaknya berkembang pesat sehingga ia harus
membangun pertenakakan agak jauh dari Madinah. Seperti bisa
diduga, setiap hari ia sibuk mengurus ternaknya. Ia tidak dapat 
lagi menghadiri shalat jama'ah bersama Rasul di siang hari.
 
Hari-hari selanjutnya, ternaknya semakin banyak; sehingga semakin
sibuk pula Tsa'labah mengurusnya. Kini, ia tidak dapat lagi 
berjama'ah bersama Rasul. Bahkan menghadiri shalat jum'at 
dan shalat jenazah pun tak bisa dilakukan lagi.
 
Ketika turun perintah zakat, Nabi menugaskan dua orang sahabat
untuk menarik zakat dari Tsa'labah. Sayang, Tsa'labah menolak
mentah-mentah utusan Nabi itu. Ketika utusan Nabi datang hendak
melaporkan kasus Tsa'labah ini, Nabi menyambut utusan itu dengan
ucapan beliau, "Celakalah Tsa'labah!"
 
Nabi murka, dan Allah pun murka! 
 
Saat itu turunlah Qs at-Taubah: 75-78
 
* "Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah, 
"Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian karunia-Nya 
kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami 
termasuk orang-orang yang saleh."
* Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari 
karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, 
dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi 
(kebenaran).
* Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai 
kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah 
memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan 
kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.
* Tidaklah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia 
dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui 
yang ghaib?"
 
Tsa'labah mendengar ada ayat turun mengecam dirinya, ia mulai 
ketakutan. Segera ia temui Nabi sambil menyerahkan zakatnya. 
Akan tetapi Nabi menolaknya, "Allah melarang aku menerimanya."
Tsa'labah menangis tersedu-sedu.
 
Setelah Nabi wafat, Tsa'labah menyerahkan zakatnya kepada 
Abu Bakar, kemudian Umar. tetapi kedua Khalifah itu menolaknya. 
Tsa'labah meninggal pada masa Utsman.
 
Dimanakah Ts'alabah sekarang? Jangan-jangan kitalah 
Tsa'labah-Tsa'labah baru yang dengan linangan air mata memohon 
agar rezeki Allah turun kepada kita, dan ketika rezeki itu turun, 
dengan sombongnya kita lupakan ayat-ayat Allah. 
 
Bukankah kita dengan alasan sibuk berbisnis tak lagi sempat 
sholat lima waktu. Bukankah dengan alasan ada "meeting penting" 
kita lupakan perintah untuk sholat Jum'at. Bukankah ketika ada 
yang meminta sedekah dan zakat kita ceramahi mereka dengan 
cerita bahwa harta yang kita miliki ini hasil kerja keras, 
siang-malam membanting tulang; bukan turun begitu saja dari 
langit, lalu mengapa kok orang-orang mau enaknya saja 
minta sedekah tanpa harus kerja keras. 
 
Kitalah Tsa'labah....Tsa'labah ternyata masih hidup dan 
"mazhab"-nya masih kita ikuti...
 
Konon, ada riwayat yang memuat saran Nabi Muhammad saw 
(dan belakangan digubah menjadi puisi oleh Taufik ismail),
"Bersedekahlah, dan jangan tunggu satu hari nanti di saat 
engkau ingin bersedekah tetapi orang miskin menolaknya dan 
mengatakan, "kami tak butuh uangmu, yang kami butuhkan adalah 
darahmu!"
 
Dahulu Tsa'labah menangis di depan Nabi yang tak mau menerima 
zakatnya. Sekarang ditengah kesenjangan sosial di negeri kita,
jangan-jangan kita bukan hanya akan menangis namun 
berlumuran darah ketika orang miskin menolak sedekah dan zakat 
kita!
 
Na'udzubillah...
 
Armidale, 28 September 1997

Doa menyambut Ramadhan

Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa balighna Ramadhan Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab, Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan (HR. Ahmad dan Thabrani)
Hayo siap-siap menyambut Ramadhan :)
Ucapan ramadhan :
Marhaban ya Ramadhan Marhaban fi syahril mubarok wa syahril maghfiroh. Barakallau lana walakum daaiman bijami’i khoir. Wal’awfu minkum

10 Cara Menyambut Ramadhan

1. Memperbanyak doa
Memperbanyak doa agar :
a. Allah SWT memberi kesempatan kita untuk bertemu Ramadhan.
b. Saat bertemu Ramadhan kita dalam keadaan sehat wal ‘afiat.
c. Kita bersemangat dalam mengisi Ramadhan dengan berbagai amal shalih.
d. Kita dihindarkan dari berbagai hal yang akan mengganggu upaya optimalisasi Ramadhan.
Saat beliau saw melihat munculnya hilal yang menjadi pertanda awal bulan, beliau berdo’a:
Dari Ibnu Umar ra ia berkata: Rasulullah saw jika melihat hilal beliau bersabda: Allah Maha Besar, ya Allah, jadikanlah hilal ini hilal yang membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta taufiq kepada segala hal yang dicintai dan diridhai Tuhan kami, Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah (H.R. Ahmad dan Ad-Darimi, redaksi yang dipergunakan adalah redaksinya, juga diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan dinilai shahih olehnya).
Diriwayatkan juga bahwa saat Ramadhan tiba, beliau saw berdo’a:
Ya Allah, selamatkan saya untuk Ramadhan dan selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan dia sebagai amal yang diterima untukku (H.R Ath-Thabarani dan Ad-Dailami).
Setelah kita berdoa dan doa kita dikabulkan Allah SWT, hendaklah kita istiqamah (konsisten) dengan apa yang kita minta serta tidak mengikuti jalan orang-orang yang tidak berilmu, sebagaimana tersebut dalam cerita nabi Musa dan Harun as. Allah SWT menceritakan kejadian itu dalam firman-Nya:
“Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui”. (Q.S. Yunus: 89).
2. Memperbanyak pujian dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan.
Imam Nawawi berkata: disunnatkan bagi siapa saja yang mendapat kenikmatan baru yang tampak jelas atau bagi yang terhindar dari cobaan yang tampak jelas untuk melakukan sujud syukur atau memperbanyak pujian kepada Allah.
Dan merupakan kenikmatan terbesar saat kita mendapatkan taufiq untuk melakukan ketaatan, dan saat kita memasuki Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat adalah sebuah kenikmatan besar yang patut kita ekspressikan dengan memperbanyak pujian dan rasa syukur kepada Allah SWT.
3. Bergembira dan ceria atas kedatangan Ramadhan.
Tersebut dalam hadits bahwa Rasulullah saw menyampaikan berita gembira kepada para sahabat tentang kedatangan bulan Ramadhan.
Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw saat Ramadhan tiba bersabda: Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang (H.R. Ahmad).
Begitu juga para salafush-shalih, mereka menampakkan ekspresi kegembiraan yang berlebih bila bulan Ramadhan riba.
4. Menyusun perencaan yang baik untuk optimalisasi Ramadhan.
Banyak orang menyusun rencana matang dan rinci untuk urusan dunianya, namun, sering sekali lupa menyusun rencana yang baik untuk akhiratnya. Ini pertanda bahwa mereka belum memahami dengan baik missi hidupnya. Karenanya, banyak peluang kebaikan luput dari mereka. Mengingat Ramadhan banyak menjanjikan berbagai kebaikan, sudah selayaknya bila seorang muslim memiliki rencana yang matang dalam hal ini. Buku pendek yang ada di tangan anda ini semoga bisa membantu dalam hal ini.
5. Tekad yang sungguh-sungguh untuk optimalisasi Ramadhan, mengisi waktu-waktunya dengan berbagai amal shalih.
Siapa yang berazam dengan sesungguhnya kepada Allah SWT niscaya Dia akan sungguh-sungguh pula dalam merealisasikan tekadnya serta memberi pertolongan kepadanya untuk berbuat taat dan memudahkan berbagai jalan kebaikan. Allah SWT berfirman:
Tetapi jika mereka benar (imannya) terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka. (Q.S. Muhammad: 21)
6. Ilmu dan pemahaman yang baik terhadap hukum-hukum Ramadhan.
Adalah kewajiban setiap mukmin untuk beribadah kepada Alalh SWT atas dasar ilmu dan pemahaman, dan tidak ada alasan untuk tidak mengetahui kwajiban-kewajiban yang telah Allah SWT fardhukan atas hamba-hamba-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah puasa Ramadhan. Karenanya, seyogyanya setiap muslim mengetahui masalah-masalah puasa dan hukum-hukumnya sebelum bulan puasa itu datang, agar puasa yang dia lakukan menjadi sah dan diterima di sisi Allah SWT. Allah SWT berfirman:
Maka bertanyalah kepada ahli dzikir jika kalian tidak mengetahui (Q.S. Al-Anbiya’: 7).
7. Bertaubat
Tekad yang kuat untuk meninggalkan dosa dan keburukan, serta taubat yang benar dari segala kemaksiatan, mencabut diri darinya serta tidak akan kembali kepadanya, sebab bulan Ramadhan adalah syahrut-taubah (bulan taubat), oleh karena itu, siapa saja yang tidak bertaubat pada bulan ini, kapan lagi ia akan bertaubat?
Dan bertaubatlah kalian semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung (Q.S. An-Nur: 31).
8. Pengkondisian jiwa dan ruhani
Pengkondisian jiwa dan ruhani melalui bacaan, telaah kitab dan buku, mendengar kaset Islami yang berisi ceramah atau pelajaran yang menjelaskan keutamaan-keutaam puasa dan hukum-hukumnya agar jiwa menjadi kondusif untuk taat. Rasulullah saw telah menyiapkan jiwa dan spirit para sahabat untuk optimalisasi Ramadhan pada akhir bulan Sya’ban. Beliau bersabda:
Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan… (H.R. Ahmad dan Nasa-i).
9. Persiapan dan perencaan yang baik untuk melakukan dakwah,
melalui:
a. Menyiapkan bahan-bahan ceramah yang baik untuk disampaikan dalam kesempatan-kesempatan kultum yang ada.
b. Membagikan buku-buku mau’izhah, dan fiqih terkait dengan Ramadhan.
c. Menyiapkan hadiah Ramadhan. Bisa saja isinya berupa buku, kaset dan semacamnya, lalu dikemas khusus dengan label: bingkisan Ramadhan・
d. Mengingatkan kepada orang-orang yang memiliki kecukupan untuk memperhatikan fakir miskin, memperbanyak sedekah dan menunaikan zakat.

10. Menyambut Ramadhan dengan membuka lembaran putih bersama:
a. Allah SWT dengan cara bertaubat dengan sesungguhnya.
b. Rasulullah saw dengan cara taat kepadanya dalam hal yang ia perintahkan dan meninggalkan segala yang dicegah dan dilarang.
c. Kedua orang tua, istri/suami, anak-anak, kerabat, sanak famili, handai tolan dan semacamnya.
d. Masyarakat tempat ia bertempat tinggal agar menjadi hamba yang shalih dan bermanfaat. Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
Seutama-utama manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia
(Sumber : milis Al-Ikhwan)