Powered By Blogger

Kamis, 31 Maret 2011

GEJALA KURANG DARAH (ANEMIA ZAT BESI)


18 06 2009 Oleh : Dr. Abu Yasir Muhammad

Apakah  kurang darah (anemia) itu ?

Sering kita dengar bahwa seseorang menderita gejala kurang darah. Jadi apakah sebenarnya yang dimaksud dengan kurang darah (anemia) itu. Kurang darah itu adalah suatu keadaan kurang darah (zat besi) yang bisa disebabkan karena makanan yang kita makan kurang mengandung zat besi atau kita sedang mengalami perdarahan contohnya perdarahan di masa haid atau nifas atau kecelakaan, dll.

Siapakah yang mudah menderita kurang darah ?

Berikut ini adalah daftar orang – orang yang kemungkinan besar mudah sekali mengalami gejala kurang darah :
  1. Ibu – ibu yang sedang hamil
  2. Janin yang sedang tumbuh di dalam kandungan
  3. Hilangnya darah selama proses persalinan dan setelah selesai proses persalinan (nifas)
  4. Ibu – ibu yang sedang menyusui
  5. Remaja putri/wanita usia subur pada masa haid/menstruasi
  6. Bayi dan balita

Apakah gejala Kurang Darah itu mudah dirasakan . . . . . ?

Dengan memperhatikan tanda – tanda atau gejala – gejala berikut ini, ibu – ibu akan dengan mudah mengenali Gejala Kurang Darah. Maka dengan ini perhatikanlah dengan baik gejala kurang darah di bawah ini :
-              pucat, bisa tampak dari wajah atau bibir yang pucat
-              Lemah
-              Mudah Letih dan lesu
-              Lemas
-              Mata berkunang-kunang
-              Pusing
-              Mudah mengantuk
-              Cepat lelah saat bekerja

Apa tanda – tanda kurang darah itu mudah dilihat . . . . .?

Tanda – tanda kurang darah itu ternyata mudah sekali dilihat. Caranya adlah sebagai berikut :

Tekanlah telapak tangan atau kuku jari -jari tangan selama 1 detik kemudian dilepas, maka apabila telapak tangan atau kuku jari -jari tangan terlihat pucat kebiruan dan tidak segera terlihat merah itu pertanda kita menderita kurang darah.

BAHAYA KURANG DARAH (ANEMIA)
Ibu – ibu sekalian harus mengetahui apa bahayanya jika seseorang itu mengalami gejala kurang darah. Berikut adalah gambaran yang bisa terjadi jika seseorang itu mengalami kurang darah :
-              perdarahan ibu saat melahirkan
-              Pertumbuhan janin terganggu.
-              Berat badan lahir rendah, yakni bayi lahir dengan berat kurang dari 2.500 gram (2,5 kg)
-              Pada ibu hamil kekurangan zat besi dapat mengakibatkan keguguran
-              Bayi lahir sebelum waktunya atau yang biasa kita sebut bayi lahir prematur
-              Pada anemia berat dapat mengakibatkan kematian ibu dan bayi
-              Bayi yang dilahirkan mengalami gangguan pertumbuhan fisik dan kecerdasan
BAGAIMANA CARA MENANGGULANGI KURANG DARAH ?
Setelah kita mengetahui apa akibatnya jika seorang ibu terutama yang sedang hamil itu mengalami gejala kurang darah, maka yang harus kita pikirkan ke depan adalah bagaimana supaya kita terhindar dari gejala kurang darah tersebut. Ada beberapa cara yang dapat ibu – ibu ketahui yaitu :
  1. Makan – makanan yang bergizi
  2. Minum madu yang asli/murni
  3. Minum tablet tambah darah (bila diperlukan). Tapi perlu ibu – ibu sekalian ketahui bahwa minum sirup/tablet tambah darah memang bisa menimbulkan gejala sebagai berikut:
-              mual
-              nyeri di lambung
-              muntah
-              diare
-              sulit buang air besar (untuk mengatasi dapat dilakukan dengan makan buah pepaya secukupya)
4.     Segera periksa ke Puskesmas atau petugas kesehatan atau lapor ke Puskesmas bila ibu – ibu sekalian merasakan gejala – gejala kurang darah (anemia) untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
CARA MINUM TABLET TAMBAH DARAH (ZAT BESI) YANG BENAR
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, maka pada saat minum tablet/sirup zat besi sebaiknya tidak bersama – sama dengan minum susu, teh, kopi, tablet KALK, atau obat sakit mag (lambung).
BAHAN MAKANAN YANG BANYAK MENGANDUNG ZAT BESI
Bahan makan yang banyak mengandung zat besi itu antara lain :
  1. Sayuran yang berwarna hijau gelap, seperti : bayem, kangkung, daun kacang panjang (mbayung), dll.
  2. Kacang-kacangan seperti : kacang tanah, kacang hijau, buncis, kedelai (tahu, tempe), kacang merah dan kacang polong.
  3. Biji – bijian utuh, sepeti : gandum, padi – padian yang berupa makanan jadi seperti : roti, kue, bubur, bll.
  4. Protein hewani, terutama daging yang berwarna merah, telur, daging ayam, daging itik, ikan laut dan ikan air tawar.
  5. Buah – buahan seperti : pepaya, jeruk, pisang.

BAGAIMANA CARA MEMASAK SAYURAN YANG BENAR

Cara memasak sayuran yang banyak mengandung zat besi tidak boleh terlalu matang untuk menjaga agar kandungan zat besi tetap ada.

Maafkan aku pa....

Pa….,
Beribu rindu membuncah dari hati ini,
Rindu ingin memeluk tubuhmu yang tak lagi setegar masa mudamu,
Kulit yang menghitam, tubuh yang kurus, menjadi saksi betapa tangguhnya dirimu dalam mengarungi kerasnya kehidupan dalam menghidupi keluarga, dan menjadi bukti betapa besar pengorbananmu dalam mendidik dan menyekolahkan kami, anak-anakmu,

Tahukah kau, pa…,
Rindu ini menghadirkan mimpi dalam tidurku,
Tentu kerinduan yang amat sangat aku rasakan hingga mengimpikan dirimu,
Mengenang semua pengalaman indah bersamamu, sekalipun kebersamaan kita tidak pernah lama karena 9 tahunan aku pergi menuntut ilmu, membuatku teringat memoriku bersamamu; aku salut dan minta maaf kepadamu pa…,

Pa…, aku selalu teringat masa-masa ketika aku pernah membuat hatimu terluka…,
Aku ingat ketika menyerviskan sepeda, yang itu tanpa izinmu, dan biayanya lumayan besar pada saat itu, aku melihat mendung di raut wajahmu…, kau menahan agar butiran matamu tidak tumpah di hadapanku, aku bisa merasakan kegundahanmu ketika itu pa…,; dan untuk menghibur hati, kau cium adik yang ada dipelukanmu, dan tak menjawab sepatah kata tetapi kau hanya menjawab dalam hati, “Iya, nanti nak.” Dan aku selalu ingat itu pa…, ingat selalu, ah maafkan aku pa…maafkan.

Pa…, ingatkah kau ketika kuberlibur ke rumah, dan aku ikut membantu bapak pergi ke kandang bebek ketika itu. Ingatkah kau pa ketika kita mengaduk-aduk makanan untuk bebek yang dicampur dengan ikan…, ketika itu, aku melihat dan menyaksikan butiran keringatmu berjatuhan setitik-setitik karena panasnya terik matahari siang itu, aku bisa merasakan pa…, lelah-letihmu dalam mencari ma’isyah untuk keluarga…, dan aku berharap, kelak engkau akan memetik hasilnya; terampuninya dosa dan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya.

Teruntuk papa yang kutahu dia mungkin tidak –dan tidak akan pernah- membaca catatan ini, tetapi aku menitipkan salam rinduku kepadanya dengan berdoa kepada Allah, “Ya Allah, aku menitipkan salam rinduku untuk bapa, dan sampaikan kepadanya bahwa aku cinta sama bapa…”, dan kubalas sms dek zain yang meminta doaku agar sukses lalu kujawab dengan dua sms, yang kedua berbunyi, “dan titip salam buat bapak, dan katakan “Aku cinta bapak dan doaku selalu menyertainya.” Lalu tanpa tersadari ada beningan mata yang membasahi pipiku…”

Rabbanaghfirlanâ wa li walidaynâ warhamhumâ kamâ rabbayanâ shighârâ, duhai Rabb, ya Allah ya Rahman, ya Hayyun ya Qayyum, ampunilah kami dan kedua orangtua kami, dan rahmatilah keduanya sebagaimana mereka mendidik kami sewaktu kami kecil. Ampuni, dan rahmatilah mereka ya Allah, ya Dzal Jalâli wa l-Ikrâm, al ladzî lâ ilâha illâ anta al Ahad al Shamad lam yalid wa lam yûlad. Amin” ***Selasa, 29 Maret 2011 pukul 07.36 WIB***