Powered By Blogger

Sabtu, 28 Juni 2014

Jagalah Amalan Kita Supaya Tidak Batal

Seorang Mukmin beribadah kepada Allâh Ta'âla dengan penuh cinta, harap disertai rasa cemas. Cinta kepada Allâh Ta'âla karena banyak sekali nikmat yang telah Dia limpahkan kepada hamba-Nya; Beribadah dengan penuh harap meraih rahmat dan ampunan-Nya; sedangkan cemas maksudnya khawatir terkena siksa-Nya dan juga khawatir kalau amal yang dilakukannya gugur disebabkan perusak-perusak amal. Karena amalan itu bisa gugur dengan berbagai sebab sebagaimana diterangkan oleh Allâh dan Rasul-Nya.
Allâh Ta'âla berfirman :
QS. Muhammad/47:33
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allâh dan taatilah Rasul
dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.
(QS. Muhammad/47:33)
Tentang ayat ini, Imam Ibnu Katsir rahimahullâh mengatakan :
“Kemudian Allâh Ta'âla memerintahkan para hamba-Nya yang beriman untuk mentaati-Nya dan mentaati Rasul-Nya, karena ketaatan itu merupakan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Allâh Ta'âla juga melarang mereka dari murtad yang akan bisa membatalkan seluruh amalan. Oleh karena itu Allâh Ta'âla berfirman, “janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu”, maksudnya dengan kemurtadan”. [Tafsîr Ibnu Katsir, surat Muhammad, ayat ke-33]
Berdasarkan nash-nash dari al-Qur’ân dan as-Sunnah, dapat diketahui bahwa perusak amal itu ada dua macam:
  • Perusak sebagian amal
  • Perusak amal secara total
Sebagai seorang Mukmin, adalah menjadi sebuah keharusan bagi kita untuk memahami segala macam perusak amal itu, kemudian menjauhinya, agar kita selamat dan bisa meraih kebaikan yang kita inginkan dengan amal shalih kita. Pada kesempatan kali ini akan dijelaskan jenis perusak yang kedua yaitu yang bisa menggugurkan amal secara total, mengingat dampaknya dan keburukannya yang luar biasa.
1. Kemusyrikan
Syirik (kesyirikan), maksudnya adalah menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allâh  Ta'âla  dalam rububiyah (perbuatan-Nya), uluhiyah (hak-Nya untuk ditaati secara mutlak dengan penuh kecintaan dan pengagungan), dan asma’ dan sifat (nama-nama-Nya yang paling indah dan sifat-sifat-Nya yang sempurna).
Umumnya, kesyirikan itu terjadi dalam uluhiyah. Misalnya, berdoa kepada Allâh  Ta'âla  tapi juga berdoa kepada selain-Nya, atau mempersembahkan salah satu jenis ibadah kepada selain Allâh Ta'âla, seperti: penyembelihan binatang, nadzar, rasa takut, berharap, dan kecintaan. (Kitab Muqarrar Tauhid lish Shaffits Tsâlits al-‘Ali fil Ma’âhid al-Islâmiyah, 3/10)
Syirik merupakan dosa dan kezhaliman terbesar yang tak termaafkan, jika pelakunya mati dalam keadaan musyrik. Oleh karena itu tidak mengherankan jika syirkul akbar (kemusyrikan yang besar) digolongkan kedalam sesuatu yang bisa menggugurkan semua amal kebaikan seseorang secara total.
Allâh Ta'âla berfirman :
QS. al-An’âm/6:88
Seandainya mereka (para Nabi) mempersekutukan Allâh,
niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.
(QS. al-An’âm/6:88)
Ketika menjelaskan ayat ini, syaikh Abdurrahman bin Nâshir as-Sa’di rahimahullâh berkata, “Sesungguhnya syirik itu bisa melenyapkan amalan dan bisa menyebabkan kekal dalam neraka. Maka jika seandainya hamba-hamba pilihan tersebut (yakni para Nabi) berbuat syirik niscaya lenyaplah amalan-amalan mereka (tetapi mereka tidak mungkin melakukannya), apalagi selain mereka.” (Taisîr Karîmir Rahmân fi Tafsîr Kalâmil Mannân, surat al-An’âm, ayat ke-88)
Allâh Ta'âla juga berfirman:
QS. az-Zumar/39:65
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (para nabi) sebelummu,
"Jika kamu mempersekutukan (Allâh), niscaya akan terhapus amalmu
dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi."
(QS. az-Zumar/39:65)
Syaikh Abdurrahman bin Nâshir as-Sa’di rahimahullâh berkata di dalam tafsirnya tentang ayat ini, “Jadi dalam kenabian seluruh Nabi, syirik itu bisa melenyapkan seluruh amalan, sebagaimana Allâh Ta'âla telah firmankan dalam surat al- An’âm.” (Taisîr Karîmir Rahmân Fi Tafsîr Kalâmil Mannân)
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullâh berkata, “Sebagai diketahui berdasarkan dalil-dalil syar’i dari al-Qur'an dan as-Sunnah bahwa seluruh amalan dan perkataan hanya akan sah dan diterima jika muncul dari aqidah shahîhah (yang benar). Jika aqidah tidak shahîhah, maka seluruh amalan dan perkataan yang muncul darinya pun batal.” (Aqîdatus Shahîhah Wa Nawâqidhul Islam, hlm. 3)

2. Kekafiran
Kekafiran adalah lawan dari keimanan. Dalam keimanan harus ada keyakinan dan ketundukan terhadap firman Allâh Ta'âla dan sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alaihi wa sallam. Jika dua hal itu tidak terpenuhi, maka keimanannya dianggap tidak ada. Oleh karena itu kekafiran memiliki bermacam-macam bentuk.
Syaikhul Islam rahimahullâh berkata, “Mereka (kaum Muslimin) telah sepakat bahwa orang yang tidak beriman setelah tegak hujjah kepada mereka, maka dia kafir, baik karena dia mendustakan, meragukan, berpaling, sombong, ragu-ragu, atau lain sebagainya”. (Majmû’ Fatâwâ, 20/87)
Demikian juga secara hukum, para Ulama membagi kekafiran menjadi dua: kufur akbar dan kufur ash-ghar. Kufur akbar adalah kekafiran yang bisa menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam, sehingga pelakunya akan kekal dalam neraka. Kufur inilah yang menggugurkan seluruh amal. Sedangkan kufur ash-ghar adalah kekafiran yang tidak menyebabkan pelakunya keluar dari agama Islam, sehingga seandainya pelakunya masuk neraka, dia tidak kekal di dalamnya. Meski demikian, pelakunya tetap mendapatkan ancaman siksa yang besar.
Dalam banyak ayat, Allâh Ta'âla memberitahukan bahwa amalan-amalan orang kafir itu sia-sia betapapun banyaknya. Diantaranya, dalam firman Allâh Ta'âla :
QS. al-A’râf/7:147
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami
dan mendustakan perjumpaan dengan akhirat,
maka seluruh perbuatan mereka terhapus.
Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. al-A’râf/7:147)
Juga firman-Nya :
QS. Muhammad/47: 8-9
Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka
dan Allâh menyesatkan amal-amal mereka.
Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci
kepada apa yang diturunkan Allâh (al-Qur'an)
lalu Allâh Ta'âla menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.
(QS. Muhammad/47: 8-9)
Oleh karena itu Allâh Ta'âla menggambarkan amal-amal orang kafir itu seperti debu yang diterbangkan oleh angin, tidak ada manfaatnya sama sekali, atau seperti fatamorgana yang tidak ada hakekatnya. Allâh Ta'âla berfirman :
QS. Ibrâhîm/14:18
Orang-orang yang kafir kepada Rabbnya,
amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras
pada suatu hari yang berangin kencang.
Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun
dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).
Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
(QS. Ibrâhîm/14:18)
Juga firman-Nya :
QS. an-Nûr/24: 39
Dan orang-orang kafir,
amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar,
yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga,
tetapi bila didatanginya air itu, dia tidak mendapatinya sesuatu apapun.
Dan didapatinya (ketetapan) Allâh disisinya,
lalu Allâh memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup
dan Allâh adalah sangat cepat perhitungan-Nya.
(QS. an-Nûr/24: 39)
Ini merupakan kerugian yang sangat fatal, bahkan orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang paling rugi! Ketika di dunia, mereka mengira akan mendapatkan balasan atas amal kebaikan mereka, namun karena amal-amal mereka tidak dilandasi iman, maka mereka tidak mendapatkan balasan sedikitpun di akhirat.

3. Kemunafikan
Nifak adalah perbuatan menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. Jika yang ditampakkan adalah keimanan, dan yang disembunyikan adalah kekufuran, maka ini adalah nifak akbar, pelakunya disebut dengan munafik. Walaupun di dunia dihukumi sebagai orang-orang Muslim, karena zhahir demikian, namun di akhirat orang-orang munafik akan berada dalam neraka yang paling bawah.
Amalan orang munafik itu sia-sia, karena Allâh Ta'âla telah menggugurkannya. Allâh Ta'âla berfirman :
QS. al-Ahzâb/33:18-19
Sesungguhnya Allâh mengetahui orang-orang yang menghalang-halangi di antara kamu
dan orang-orang yang berkata kepada saudara-saudaranya,
“Bergabunglah bersama kami !”
Dan mereka tidak mendatangi peperangan melainkan sebentar.
Mereka bakhil kepadamu, apabila datang ketakutan (bahaya),
kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik
seperti orang yang pingsan karena akan mati.
Dan apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam,
sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan.
Mereka itu tidak beriman, maka Allâh menghapuskan (pahala) amalnya.
Dan yang demikian itu mudah bagi Allâh.
(QS. al-Ahzâb/33:18-19)
Allâh Ta'âla juga berfirman mengenai orang-orang munafik :
QS. al-Mâidah/5:53
Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan,
"Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allâh,
bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu?"
Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.
(QS. al-Mâidah/5:53)

4. Kemurtadan
Murtad maksudnya kembali kepada kekufuran setelah sebelumnya beragama Islam. Allâh Ta'âla memberitahukan usaha kaum musyrikin Quraisy untuk memurtadkan kaum Muslimin, dan ancaman terhadap kaum Muslimin yang murtad :
QS. al- Baqarah/2:217
Mereka (musyrikin Quraisy) tidak henti-hentinya memerangi kamu (kaum Muslimin)
sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekufuran),
seandainya mereka sanggup.
Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran,
maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat,
dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.
(QS. al- Baqarah/2:217)
Setelah kita mengetahui bahwa amalan seseorang bisa batal dengan perkara-perkara yang merusakkan amalan, maka sepantasnya kita selalu berusaha menjaga dan melindungi amalan kita sebaik-baiknya, jangan sampai menjadi rusak dan sia-sia. Karena sesungguhnya iman yang shahih (benar) dan amal yang shalih (baik), keduanya ini yang menjadi kunci kebahagian hamba di dunia dan akhirat. Semoga Allâh Ta'âla selalu membimbing kita di atas jalan yang Dia cintai dan menjaga kita dari segala keburukan, Amin.
 
(Majalah As-Sunnah Edisi Khusus (04-05)/Tahun XV)

Jumat, 27 Juni 2014

Hasad Dengki : Penyakit Hati Yang Menghanguskan Segala Kebaikan. Bagaimana Mengobatinya?

HASAD DENGKI, kita tentu sudah sangat familiar dengan kata-kata tersebut. Bahkan dulu mungkin sewaktu pelajaran agama SD , kita sering memilih sifat tercela yang satu ini ketika diminta menuliskan contoh sifat tercela. Hasad dengki sering disebut juga dengki atau iri dan hasad. Untuk mendiagnosis gejala penyakit hasad dengki ini sebenarnya cukup simpel, yaitu dengan cukup bertanya kepada diri kita, apakah kita termasuk orang yang senang lihat orang susah dan susah lihat orang senang? Nah, apabila di dalam hati kita terdapat tanda-tanda atau sifat diatas itu maka boleh jadi kita termasuk orang yang sedang terjangkit penyakit Hasad Dengki, sebuah penyakit diantara sekian banyak penyakit ruhani yang amat berbahaya. Kita mesti segera mencari obatnya, sebab kalau kita kekalkan penyakit ini di dalam hati, maka kita takut tidak selamat di dunia terlebih di akhirat.
Tetapi sayang hingga saat ini belum ada Rumah Sakit Spesialis Penyakit Hasad Dengki. :) Berarti ya kita mesti cari dokter ruhani alias Mursyid yang dapat mengobati penyakit hati hati kita..
Hampir setiap orang menderita penyakit hasad dengki ini, cuma bedanya banyak atau sedikit, bertindak atau tidak. Dalam sebuah hadis disebutkan tentang enam golongan manusia yang dicampakkan ke dalam neraka, satu diantaranya adalah orang atau ulama yang di dalam hatinya terdapat hasad dengki.
Rasulullah SAW bersabda, yang artinya : “sesungguhnya hasad dengki itu memakan kebaikan sepertimana api memakan kayu bakar”
Orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit hasad dengki ini, hidupnya tidak akan pernah bahagia, jiwanya senantiasa menderita dan tersiksa. Hatinya selalu tersiksa jika melihat orang lain lebih dari dirinya atau mendapat nikmat serta kejayaan. Dan sebaliknya dia akan bergembira bila orang lain susah dan gagal.
Maka dari itu, hasad dengki inilah penyakit kronis yang merusak perpaduan dan ukhuwah. Akan timbul di dalam masyarakat fitnah memfitnah, dendam mendendam, buruk sangka,mengumpat, mengadu domba, dan dosa-dosa lain yang akan menghapuskan segala kebaikan.
Seseorang yang melayani sifat hasad dengkinya, maka pada hakikatnya dia adalah orang yang paling biadab dengan Allah, sebab secara tidak langsung dia benci kepada Allah, dia tidak redha pada apa yang Allah telah berikan kepada orang lain serta kepada dirinya.Sekalipun ibadahnya banyak, tahajudnya banyak dan shalatnya banyak.
Dalam sebuah kisah para Sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, terjemahannya : wahai Rasulullah, sesungguhnya ada seorang wanita yang berpuasa siang hari dan shalat tahajud di malam harinya, tetapi selalu menyakiti tetangganya dengan lidahnya”. Jawab baginda Rasulullah SAW : “ Tidak ada kebaikan lagi baginya, ia adalah ahli neraka”.
Kemudian dalam sebuah kisah yang lain menyebutkan, ketika Rasulullah berkumpul bersama para Sahabatnya, tiba-tia baginda berkata, “ wahai para sahabatku, sesaat lagi dalam majelis ini akan datang seorang pemuda ahli syurga”. Para Sahabat pun penasaran, siapa yang akan datang ke dalam majelis tersebut, yang Rasulullah sendiri menyebutnya sebagai pemuda ahli Syurga. Maka tak lama setelah itu datanglah Sa’ad bin Abi Waqash ke dalam majelis itu. Rupanya beliaulah yang disebut Rasulullah sebagai Ahli Syurga tersebut. Lantas para sahabatpun sangat “cemburu”, bereka ingin tahu kenapa si pemuda ini disebut sebagai ahli syurga, apa yang menjadi amal ibadahnya sehingga ia layak untuk disebut ahli Syurga oleh Rasulullah?
Maka selepas majelis itu, ada sahabat yang berinisiatif untuk melihat secara dekat si pemuda tadi, akhirnya sahabat ini mengikuti si pemuda sampai rumah. Kemudian sahabat ini meminta izin kepada si pemuda untuk menginap di rumahnya. Maka di izinkanlah sahabat ini menginap.
Tetapi ajaib, sepanjang hari dan sepanjang malam si sahabat ini mengamati si pemuda, ternyata tidak ada ibadah yang istimewa pada diri si pemuda. Dia hanya beribadah yang wajib-wajib saja, malam hari pun si pemuda ini tidak bangun untuk shalat malam. Maka bertambah penasaranlah si sahabat, lantas bertanya, wahai saudaraku, engkau disebut oleh baginda Rasulullah sebagai pemuda ahli Syurga, tetapi aku lihat tidak ada yang istimewa pada amal ibadahmu, bolehkah aku tahu rahasia engkau?”
Si Pemuda terkejut mendengar pertanyaan dari si sahabat, lantas merenung dan menjawab, mungkin yang menjadikan aku disebut ahli Syurga oleh Rasulullah adalah bahwa hatiku tidak pernah sedikitpun hasad dengki dengan orang lain, bahkan niat untuk hasad dengki pun aku tidak punya”
Orang yang ibadahnya banyak pun masuk neraka karena hasad dengki, apalagi yang tidak pernah tahajud, tidak pernah puasa sunat dan masih bergelimang dengan hasad dengki. Kalau bentul kita beriman kepada Allah, marilah kita insyaf akan penyakit-penyakit hati kita dan memperbaiki dengan cara MUJAHADATUNNAFSI atau bersungguh-sungguh melawan hawa nafsu yang jahat.
Diantara tips yang mesti kita lakukan sebagai mujahadah terhadap hasad dengki ialah :
  1. Setiap kali orang yang kita dengki mendapat kejayaan, maka kita ucapkan selamat kepadanya. Dan sebaliknya apabila dia tertimpa kesusahan maka kita menumpang sedih juga atas apa yang menimpanya serta menghiburnya.
  2. Sanjung, sebut dan pujilah kebaikan serta keistimewaan orang yang kita dengki di belakang dia, dan kalau ada keburukannya kita rahasiakan. Doakan kebaikan untuknya.
  3. Sering-sering bersilaturahmi serta memberi hadiah kepada orang yang kita dengki tersebut.
  4. Kalau ada orang yang berusaha menjatuhkan orang yang kita dengki itu, berusahalah untuk membelanya. Jangan melayani syeitan yang hendak merusakkan mujahadah kita dengan mendorong kita untuk ikut mengumpatnya.
  5. Berdoa kepada Allah agar dimudahkan membuang penyakit hasad dengki yang ada dalam diri kita.
Memang berat dan terasa pahit tetapi itulah obat, sebab selama ini Ego kita sudah mendarah daging. Tapi obat ini mesti kita makan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ingat selalu firman Allah dalam QS Al Ankabut :69 yang artinya : dan mereka yang bermujahadah pada jalan Kami, niscaya Kami tunjuki jalan-jalan Kami itu “.
gift.jpg
Timbulnya hasad dengki pada orang lain adalah karena orang lain mempunyai keistimewaan dan kelebihan lebih dari yang kita miliki. Atau bila seseorang mendapat nikmat lebih dari kita atau bila kita terasa seseorang telah mengalahkan kita dalam perjuangan, persaingan atau kompetisi maka datanglah hasad dengki itu.
Sepatutnya tidak begitu.Kalau kita beriman dengan Allah, yakin akan keadilanNya mengatur pemberian kepada hamba-hambaNya maka kita tidak akan hasad dengki dengan orang lain.
Firman Allah dalam QS An Nisa: 32, yang artinya : “ janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain”.
Allah yang melebihkan dan mengurangkan pemberianNya kepada seseorang. Dan Allah adalah adil atas pemberian lebih dan kurang itu. Dia bermaksud menguji kita. Siapa yang sadar dirinya sebagai hambaNya, lalu akan sentiasa bersyukur pada nikmat yang diperolehi, redha dengan taqdir dan sabar menunggu ujian.
Dalam hadis Qudsi, Allah berfirman yang artinya : “ barangsiapa tidak redha terhadap takdir yang telah berlaku dan tidak sabar terhadap cobaan dariKu, maka carilah Tuhan selain Aku “
Kalau Allah melebihkan seseorang itu dari kita, artinya Allah mau menguji kita apakah sabar dan redhakah kita dengan kekurangan yang Allah takdirkan. Dan kalau Allah lebihkan kita dari seseorang, artinya Allah mau menguji kita, bersyukurkah kita terhadap nikmat itu atau sebaliknya sombong, congkak, dan lupa diri sebagai hamba Allah.
Kalau begitu kenapa mesti hasad dengki? Kalau masih hasad dengki juga, artinya kita tidak redha dengan Allah. Kita tidak senang dengan peraturan-Nya dan kita tidak menerima kehendak-Nya. Sebab itu orang yang hasad bukan saja bermusuhan dengan orang yang didengki itu tetapi juga bermusuhan dengan Allah. Biadab dengan manusia dan biadab dengan Allah, maka layaklah menjadi ahli Neraka.
Referensi : Kitab Besar Tasawuf berjudul “ Mengenal Diri Melalui Rasa Hati” karya Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad At Tamimi

Minggu, 22 Juni 2014

Kisah Pemuda yang Mengislamkan Satu Gereja


Sebuah kisah nyata yang terjadi di negeri Paman Sam, patut kita ambil hikmahnya. Kisah nyata tentang seorang pemuda Arab yang menimba ilmu di Amerika, Rabu 22 Februari 2006 silam.

Satu gereja masuk Islam benarkah? Subhanallah. Inilah kisahnya ….
Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah memberinya hidayah masuk Islam. Pada suatu hari mereka berdua jalan-jalan disebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat dikampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia menolak, namun karena terus terdesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk kedalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, serentak mereka berdiri untuk memberi penghormatan latas kembali duduk. Disaat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “ditengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini”. Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya, hingga akhirnya pendeta itu berkata, “aku minta ia keluar dari sini dan aku akan menjamin keselamatannya”. Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, “bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim?” pendeta itu menjawab, “ dari tanda yang terdapat diwajahmu”. Kemudian ia beranjak hendak keluar, namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda itu, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, “aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “silahkan !” sang pendeta pun mulai bertanya,
  1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
  2. Dua yang tiada tiganya,
  3. Tiga yang tiada empatnya,
  4. Empat yang tiada limanya,
  5. Lima yang tiada enamnya,
  6. Enam yang tiada tujuhnya,
  7. Tujuh yang tiada delapannya,
  8. Delapan yang tiada sembilannya,
  9. Sembilan yang tiada sepuluhnya,
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya,
  12. Dua belas yang tiada tiga belasnya,
  13. Tiga belas yang tiada empat belasnya,
  14. Sebutkan sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh,
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya,
  16. Siapakah yang bedusta namun masuk kedalam surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan oleh Allah namun Ia tidak menyukainya?
  18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu,
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang di adzab dengan batu, dan siapakah yang terpelihara daru batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan oleh Allah dan di anggap besar,
  22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari.
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
  1. Sau yang tiada duanya ialah Allah SWT.
  2.   Dua yang tiada tiganya ialah siang dan malam. Allah SWT berfirman, “dan kami jadikan malam dan siang        sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’:12).
  3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan nabi Musa ketika Khidr menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil, dan ketika menegakkan kembali dinding yang hamper roboh,
  4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
  5. Lima yang tiada enamnya adalah shalat lima waktu.
  6. Enam yang tiada tujuhnya adalah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang lapis tujuh. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang,” (Al-Mulk :3)
  8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada dipenjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Ars Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah:17).
  9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan 
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman,”dan barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.”(Al-An’am: 160).
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya adalah jumlah saudara-saudara Yusuf.
  12.  Dua belas yang tiada tiga belasnya adalah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah SWT, “dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu berfirman, pukullah batu itu dengan tongkatmu.’lalu memancarlah dari padanya dua belas mata air. (Al-Baqarah: 60).
  13. Tiga belas yang tiada empat belasnya adalah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
  14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT berfirman,”Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.”(At-Takwir:18).
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk kedalam surge adalah saudara-saudara Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,”Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf didekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.”setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,”Tak ada cercaan terhadap kalian.”Dan ayah mereka Ya’qub berkata,”Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
  17. Sesuatu yang diciptakan Allah SWT namun tidak Dia suai adalah suara keledai. Allah AWT berfirman,”Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai”.(Luqman: 19),
  18. Makhluk yang diciptakan oleh Allah tanpa ayah dan Ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih, dan kambing Nabi Ibrahim, ular dari tongkat Nabi Musa.
  19. Makhluk yang diciptakan Allah  dari api adalah Iblis, yang di adzab dengan api adalah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman,”Wahia api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.”(Al-Anbiya’: 69)
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang di adzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-Habul Kahfi (penghuni gua).
  21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan di anggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,” Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.”(Yusuf: 2).
  22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari, maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah sholat yang lima waktu, tiga dikerjakan dimalam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian pemuda itu pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata,”APAKAH KUNCI SURGA ITU?” mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnyapun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang uang hadir di gereja it uterus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata,”Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semua ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya.” Pendeta tersebut berkata,”Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah.”Mereka menjawab, Kami akan menjamin keselamatan anda.”
Sang pendeta pun berkata,”Jawabannya adalah: ASHADU AN LA ILAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH.”
Lantas sang pendeta dan orang-orang digereja itu memeluk agama Islam.
ALLAHU AKBAR !!!!
Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.
Semua itu tentu dengan ilmu…
SUBHANALLAH… semoga Allah melimpahkan kita dalam iman dan takwa kepada-Nya dan dimanapun kita berada. Amin

Semoga bermanfaat.

Anakku,, mari kita bersama ke syurga





الحَمْدُ لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ الله، وَبَعْد

Anak adalah nikmat dan amanah. Titipan dan ujian dari Allah swt.  Anak
adalah tanggung jawab, penuh konsekuensi, penuh resiko. Anak harus dididik untuk menjadi muslim sejati. Anak harus diselamatkan dari murka Allah dan neraka-Nya.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar."
QS : Al-Anfal: 28
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ
فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ . إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memusuhi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allahlah pahala yang besar." QS : At-Thagabun : 14-15
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang beriman, perilaharalah  dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS : At-Tahrim : 6

 Kesuksesan dalam mendidik anak, memerlukan :
1.         Ilmu mendidik anak.
2.        Keikhlasan dalam mendidik anak.
3.        Kesungguhan dalam mendidik anak.
4.        Kerjasama dengan orang lain dalam mendidik anak.
5.        Keteladanan dan sikap bijak.
6.        Cinta, perhatian, kasih sayang.
7.        Memprioritaskan tauhid, ibadah, akhlak.
8.       Mengawasi lingkungan pergaulan anak.
9.        Menanamkan rasa cinta belajar Islam.
10.    Do’a khusus tiada henti untuk kebaikan anak.
Lihat : (QS : Al-Baqarah : 132-133, QS : Luqman : 13-19).

 Bukti-bukti kegagalan dalam mendidik anak :
1.       Rendahnya Iman dan Tauhid anak.
2.      Sifat malas shalat pada anak.
3.      Sifat malas membaca Al-Qur’an.
4.      Anak putri yang tidak berjilbab.
5.      Pergaulan pria dan wanita yang tidak terawasi secara ketat.
6.      Perilaku yang tidak sopan seperti : cara bicara yang kasar, senang bicara kotor, senang memaki, senang membentak, dst.
7.      Sifat malas belajar Islam, senang membuang-buang waktu, berbuat sia-sia.
8.     Penyimpangan akhlak seperti : senang berdusta, biasa mencuri, sering berkelahi, takabbur, hasad, dendam, bakhil, ghibah, pemarah, dst.
9.      Penyimpangan aqidah, seperti; syirik, bid’ah, materialisme, sekularisme, liberalisme, paham dan aliran sesat, merendahkan orang shaleh, dst.
10.   Orang tua yang tidak berwibawa di mata anaknya. Orang tua yang tidak berdaya di depan penyimpangan anaknya. Orang tua yang membanggakan anaknya yang semestinya disedihkan dan ditangisi.
Lihat : QS. Maryam : 59 – 60)

 Kegagalan umum dalam mendidik anak, wajib kita perhatikan, karena:
1.       Merusak nama baik orang tua.
2.      Mengancam keselamatan orang tua di akhirat.
3.      Mengundang murka dan teguran Allah di dunia.
4.      Merusak masyarakat muslim.
5.      Menunjukkan kelambanan da’wah di masyarakat.
6.      Menyebabkan kelalaian menyeluruh, bahkan mengakibatkan rasa senang  pada dosa dan ahli dosa.
7.      Menunjukkan  suramnya masa depan Islam di masyarakat. Na’udzubillah.
8.     Menunjukkan semakin kurangnya pemimpin masa depan yang layak jadi teladan.
9.      Merusak rumah tangga muslim.
10.  Mengurangi rasa percaya diri para da’i, mengurangi optimalisasi para da’i, mengurangi iman masyarakat secara umum.

Jalan kebangkitan untuk gerakan penyelamatan generasi Islam:
1.       Meningkatkan kesadaran orang tua.
2.      Membangunkan iman para orang tua yang masih tidur.
3.      Meningkatkan kesungguhan untuk menjadi teladan, figur orang tua yang berwibawa.
4.      Meningkatkan keprihatinan dan kecemasan terhadap semua bentuk kelalaian dan pelanggaran anak.
5.      Membangun budaya kepedulian terhadap anak, khususnya pada
ibadahnya, akhlaknya, pemikirannya, problemnya, pergaulannya, dst.
6.      Membangun budaya pendekatan, komunikasi dari hati ke hati, keterbukaan yang beradab, bercanda yang berakhlak, kebersamaan.
7.      Membangun rasa tanggung jawab pada kepribadian anak, meningkatkan kedewasaan dan kepemimpinan pada jiwa anak.
8.     Membiasakan obrolan, diskusi, pembicaraan santai tapi serius tentang kiat-kiat pendidikan anak.
9.      Membangun kerja sama dan kebersamaan dalam mendidik anak dengan mendukung aktifitas da’wah khusus untuk remaja, mendukung pesantren dan lembaga Islam, mendukung remaja masjid dan organisasi remaja Islam pada umumnya.
10.  Mempersiapkan rencana pernikahan dini pada anak, dengan segala konsekuensinya, dengan penuh rasa tanggung jawab, keikhlasan dan tawakkal. Bahkan perlu digalakkan budaya orang tua anak putri melamar (secara tidak langsung) ke orang tua anak putra.

Mari Kita Bersama Berjuang
Untuk Menyelamatkan Generasi Kita
Menyongsong Masa Depan Islam yang Jaya.
Kita Berjuang, Allah Bersama Kita.
Wajahidu (Berjihadlah)!

Do'a Memohon Keshalehan Diri & Keluarga
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab
(hari kiamat)." ( QS. Ibrahim : 40-41 )

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

MUTHAHHIR M. ARIF, LC
Berda’wah Dengan Cinta Yang Mendidik

Disampaikan dalam
PENGAJIAN MAJELIS TA'LIM AL-HIDAYAH, Tonasa – Pangkep
Smart%20DesignKamis, 8 Maret 2007