الحَمْدُ لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ
الله، وَبَعْد
Anak adalah nikmat dan amanah. Titipan dan ujian dari
Allah swt. Anak
adalah tanggung jawab, penuh konsekuensi, penuh resiko.
Anak harus dididik untuk menjadi muslim sejati. Anak harus diselamatkan dari
murka Allah dan neraka-Nya.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ
وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu
dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah
pahala yang besar."
QS : Al-Anfal: 28
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ
مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ
فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا
وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ . إِنَّمَا
أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara
istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka
berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memusuhi
serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di
sisi Allahlah pahala yang besar." QS : At-Thagabun : 14-15
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ
وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ
غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا
يُؤْمَرُونَ
Hai
orang-orang beriman, perilaharalah
dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia
dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan. QS :
At-Tahrim : 6
Kesuksesan dalam mendidik
anak, memerlukan :
1.
Ilmu mendidik anak.
2.
Keikhlasan dalam mendidik anak.
3.
Kesungguhan dalam mendidik anak.
4.
Kerjasama dengan orang lain
dalam mendidik anak.
5.
Keteladanan dan sikap bijak.
6.
Cinta, perhatian, kasih sayang.
7.
Memprioritaskan tauhid, ibadah, akhlak.
8.
Mengawasi lingkungan pergaulan
anak.
9.
Menanamkan rasa cinta belajar
Islam.
10.
Do’a khusus tiada henti untuk
kebaikan anak.
Lihat : (QS : Al-Baqarah : 132-133, QS : Luqman : 13-19).
Bukti-bukti kegagalan dalam mendidik anak :
1.
Rendahnya Iman dan Tauhid anak.
2.
Sifat malas shalat pada anak.
3.
Sifat malas membaca Al-Qur’an.
4.
Anak putri yang tidak berjilbab.
5.
Pergaulan pria dan wanita yang tidak
terawasi secara ketat.
6.
Perilaku yang tidak sopan
seperti : cara bicara yang kasar, senang bicara kotor, senang memaki, senang
membentak, dst.
7.
Sifat malas belajar Islam,
senang membuang-buang waktu, berbuat sia-sia.
8.
Penyimpangan akhlak seperti :
senang berdusta, biasa mencuri, sering berkelahi, takabbur, hasad, dendam,
bakhil, ghibah, pemarah, dst.
9.
Penyimpangan aqidah, seperti;
syirik, bid’ah, materialisme, sekularisme, liberalisme, paham dan aliran sesat,
merendahkan orang shaleh, dst.
10. Orang tua yang tidak berwibawa di
mata anaknya. Orang tua yang tidak berdaya di depan penyimpangan anaknya. Orang
tua yang membanggakan anaknya yang semestinya disedihkan dan ditangisi.
Lihat : QS. Maryam :
59 – 60)
Kegagalan umum
dalam mendidik anak, wajib kita perhatikan, karena:
1. Merusak nama baik orang tua.
2.
Mengancam keselamatan orang tua
di akhirat.
3.
Mengundang murka dan teguran
Allah di dunia.
4.
Merusak masyarakat muslim.
5.
Menunjukkan kelambanan da’wah di
masyarakat.
6.
Menyebabkan kelalaian
menyeluruh, bahkan mengakibatkan rasa senang pada dosa dan ahli dosa.
7.
Menunjukkan suramnya masa depan Islam di masyarakat.
Na’udzubillah.
8.
Menunjukkan semakin kurangnya
pemimpin masa depan yang layak jadi teladan.
9.
Merusak rumah tangga muslim.
10. Mengurangi rasa percaya diri para da’i, mengurangi optimalisasi para da’i,
mengurangi iman masyarakat secara umum.
Jalan kebangkitan untuk gerakan penyelamatan generasi Islam:
1. Meningkatkan kesadaran orang tua.
2. Membangunkan iman para orang tua yang masih tidur.
3.
Meningkatkan kesungguhan untuk
menjadi teladan, figur orang tua yang berwibawa.
4.
Meningkatkan keprihatinan dan
kecemasan terhadap semua bentuk kelalaian dan pelanggaran anak.
5.
Membangun budaya kepedulian
terhadap anak, khususnya pada
ibadahnya, akhlaknya, pemikirannya, problemnya,
pergaulannya, dst.
6.
Membangun budaya pendekatan,
komunikasi dari hati ke hati, keterbukaan yang beradab, bercanda yang berakhlak,
kebersamaan.
7.
Membangun rasa tanggung jawab
pada kepribadian anak, meningkatkan kedewasaan dan kepemimpinan pada jiwa anak.
8.
Membiasakan obrolan, diskusi,
pembicaraan santai tapi serius tentang kiat-kiat pendidikan anak.
9.
Membangun kerja sama dan kebersamaan
dalam mendidik anak dengan mendukung aktifitas da’wah khusus untuk remaja,
mendukung pesantren dan lembaga Islam, mendukung remaja masjid dan organisasi
remaja Islam pada umumnya.
10. Mempersiapkan rencana pernikahan dini pada anak, dengan segala konsekuensinya,
dengan penuh rasa tanggung jawab, keikhlasan dan tawakkal. Bahkan perlu digalakkan
budaya orang tua anak putri melamar (secara tidak langsung) ke orang tua anak
putra.
Mari Kita Bersama Berjuang
Untuk Menyelamatkan Generasi Kita
Menyongsong Masa Depan Islam yang Jaya.
Kita Berjuang, Allah Bersama Kita.
Wajahidu (Berjihadlah)!
Do'a Memohon Keshalehan Diri & Keluarga
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ
وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan
anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami,
perkenankanlah doaku.
Ya
Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin
pada hari terjadinya hisab
(hari
kiamat)." ( QS. Ibrahim : 40-41 )
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
MUTHAHHIR M. ARIF, LC
Berda’wah Dengan Cinta Yang Mendidik
Disampaikan dalam
PENGAJIAN MAJELIS TA'LIM AL-HIDAYAH,
Tonasa – Pangkep

Tidak ada komentar:
Posting Komentar