Powered By Blogger

Minggu, 22 Juni 2014

Anakku,, mari kita bersama ke syurga





الحَمْدُ لله وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ الله، وَبَعْد

Anak adalah nikmat dan amanah. Titipan dan ujian dari Allah swt.  Anak
adalah tanggung jawab, penuh konsekuensi, penuh resiko. Anak harus dididik untuk menjadi muslim sejati. Anak harus diselamatkan dari murka Allah dan neraka-Nya.
وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar."
QS : Al-Anfal: 28
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ
فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ . إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memusuhi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allahlah pahala yang besar." QS : At-Thagabun : 14-15
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاَظٌ شِدَادٌ لاَ يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang beriman, perilaharalah  dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. QS : At-Tahrim : 6

 Kesuksesan dalam mendidik anak, memerlukan :
1.         Ilmu mendidik anak.
2.        Keikhlasan dalam mendidik anak.
3.        Kesungguhan dalam mendidik anak.
4.        Kerjasama dengan orang lain dalam mendidik anak.
5.        Keteladanan dan sikap bijak.
6.        Cinta, perhatian, kasih sayang.
7.        Memprioritaskan tauhid, ibadah, akhlak.
8.       Mengawasi lingkungan pergaulan anak.
9.        Menanamkan rasa cinta belajar Islam.
10.    Do’a khusus tiada henti untuk kebaikan anak.
Lihat : (QS : Al-Baqarah : 132-133, QS : Luqman : 13-19).

 Bukti-bukti kegagalan dalam mendidik anak :
1.       Rendahnya Iman dan Tauhid anak.
2.      Sifat malas shalat pada anak.
3.      Sifat malas membaca Al-Qur’an.
4.      Anak putri yang tidak berjilbab.
5.      Pergaulan pria dan wanita yang tidak terawasi secara ketat.
6.      Perilaku yang tidak sopan seperti : cara bicara yang kasar, senang bicara kotor, senang memaki, senang membentak, dst.
7.      Sifat malas belajar Islam, senang membuang-buang waktu, berbuat sia-sia.
8.     Penyimpangan akhlak seperti : senang berdusta, biasa mencuri, sering berkelahi, takabbur, hasad, dendam, bakhil, ghibah, pemarah, dst.
9.      Penyimpangan aqidah, seperti; syirik, bid’ah, materialisme, sekularisme, liberalisme, paham dan aliran sesat, merendahkan orang shaleh, dst.
10.   Orang tua yang tidak berwibawa di mata anaknya. Orang tua yang tidak berdaya di depan penyimpangan anaknya. Orang tua yang membanggakan anaknya yang semestinya disedihkan dan ditangisi.
Lihat : QS. Maryam : 59 – 60)

 Kegagalan umum dalam mendidik anak, wajib kita perhatikan, karena:
1.       Merusak nama baik orang tua.
2.      Mengancam keselamatan orang tua di akhirat.
3.      Mengundang murka dan teguran Allah di dunia.
4.      Merusak masyarakat muslim.
5.      Menunjukkan kelambanan da’wah di masyarakat.
6.      Menyebabkan kelalaian menyeluruh, bahkan mengakibatkan rasa senang  pada dosa dan ahli dosa.
7.      Menunjukkan  suramnya masa depan Islam di masyarakat. Na’udzubillah.
8.     Menunjukkan semakin kurangnya pemimpin masa depan yang layak jadi teladan.
9.      Merusak rumah tangga muslim.
10.  Mengurangi rasa percaya diri para da’i, mengurangi optimalisasi para da’i, mengurangi iman masyarakat secara umum.

Jalan kebangkitan untuk gerakan penyelamatan generasi Islam:
1.       Meningkatkan kesadaran orang tua.
2.      Membangunkan iman para orang tua yang masih tidur.
3.      Meningkatkan kesungguhan untuk menjadi teladan, figur orang tua yang berwibawa.
4.      Meningkatkan keprihatinan dan kecemasan terhadap semua bentuk kelalaian dan pelanggaran anak.
5.      Membangun budaya kepedulian terhadap anak, khususnya pada
ibadahnya, akhlaknya, pemikirannya, problemnya, pergaulannya, dst.
6.      Membangun budaya pendekatan, komunikasi dari hati ke hati, keterbukaan yang beradab, bercanda yang berakhlak, kebersamaan.
7.      Membangun rasa tanggung jawab pada kepribadian anak, meningkatkan kedewasaan dan kepemimpinan pada jiwa anak.
8.     Membiasakan obrolan, diskusi, pembicaraan santai tapi serius tentang kiat-kiat pendidikan anak.
9.      Membangun kerja sama dan kebersamaan dalam mendidik anak dengan mendukung aktifitas da’wah khusus untuk remaja, mendukung pesantren dan lembaga Islam, mendukung remaja masjid dan organisasi remaja Islam pada umumnya.
10.  Mempersiapkan rencana pernikahan dini pada anak, dengan segala konsekuensinya, dengan penuh rasa tanggung jawab, keikhlasan dan tawakkal. Bahkan perlu digalakkan budaya orang tua anak putri melamar (secara tidak langsung) ke orang tua anak putra.

Mari Kita Bersama Berjuang
Untuk Menyelamatkan Generasi Kita
Menyongsong Masa Depan Islam yang Jaya.
Kita Berjuang, Allah Bersama Kita.
Wajahidu (Berjihadlah)!

Do'a Memohon Keshalehan Diri & Keluarga
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.
Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab
(hari kiamat)." ( QS. Ibrahim : 40-41 )

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

MUTHAHHIR M. ARIF, LC
Berda’wah Dengan Cinta Yang Mendidik

Disampaikan dalam
PENGAJIAN MAJELIS TA'LIM AL-HIDAYAH, Tonasa – Pangkep
Smart%20DesignKamis, 8 Maret 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar